Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman telah memperingatkan perusahaan pelayaran untuk tidak melakukan bongkar muat kargo di pelabuhan Arab Saudi.
Ancaman itu disampaikan melalui email yang dikirim pada 20 Juli.
>>> Ledakan di Terowongan Proyek PLTA India Tewaskan 11 Orang, 14 Hilang
Dalam email tersebut, Houthi menyatakan bahwa kapal yang melanggar larangan itu akan dikenai sanksi dan dapat menjadi sasaran di lokasi mana pun dalam jangkauan operasional Angkatan Bersenjata Yaman.
Email itu dikirim oleh Pusat Koordinasi Operasi Kemanusiaan (HOCC) yang berbasis di Sanaa.
Langkah ini merupakan deklarasi blokade angkatan laut terhadap Arab Saudi, membuka front baru potensial melawan Amerika Serikat dalam perangnya dengan Iran.
Ancaman ini juga meningkatkan risiko terhadap pasokan energi global dan perdagangan di luar Teluk.
Ketentuan baru ini mulai berlaku pada pukul 12.01 GMT tanggal 20 Juli. Email tersebut mendesak perusahaan untuk melakukan uji tuntas dan berhati-hati dalam semua transaksi.
>>> Pemerintah Alihkan Insentif EV ke Perusahaan Tertentu, Kuota Tetap 200 Ribu Unit
Penutupan jalur selatan Laut Merah akan menghilangkan rute alternatif penting bagi Arab Saudi menuju Selat Hormuz. Hal ini dapat memperparah kekhawatiran akan kelangkaan pasokan.
Lalu lintas Laut Merah belum sepenuhnya pulih sejak serangan Houthi di lepas pantai Yaman dimulai pada November 2023.
Kelompok itu mengklaim aksinya sebagai solidaritas terhadap warga Palestina dalam perang Gaza.
HOCC sebelumnya menjadi unit utama Houthi untuk mengeluarkan peringatan kepada industri pelayaran selama kampanye serangan terhadap kapal dagang antara 2023 dan 2025.
Kampanye itu baru berakhir dengan gencatan senjata Gaza pada Oktober tahun lalu.
>>> Interpol Polri Tangkap WN Palestina Buronan Terorisme Siprus
Seorang sumber dari salah satu perusahaan yang menerima email mengatakan bahwa pesan tersebut berfungsi sebagai pengingat akan keberadaan Houthi di kawasan itu.
