Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons keresahan masyarakat terhadap aksi begal dan kejahatan jalanan di Bandung Raya.
Ia menegaskan pemerintah daerah tidak ingin persoalan keamanan dibiarkan berlarut hingga membuat warga takut beraktivitas.
>>> Houthi Ancam Perusahaan Pelayaran Hindari Pelabuhan Saudi
Sebagai langkah awal, Dedi telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat. Koordinasi itu membahas pengamanan teknis dan taktis di sejumlah wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
"Selanjutnya saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat," ujar Dedi, dikutip dari Instagram Selasa (21/7/2026).
Penanganan kejahatan jalanan tidak hanya diarahkan pada satu wilayah tertentu. Pengamanan akan diperkuat dengan mempertimbangkan titik-titik yang berpotensi terjadi tindak kriminal.
Aparat Bersenjata Diusulkan di Titik Strategis
Salah satu usulan Dedi adalah penempatan aparat bersenjata di lokasi strategis yang dianggap rawan.
Kehadiran aparat di titik tersebut diharapkan menjadi langkah pencegahan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
"Menempatkan aparat di titik-titik strategis bersenjata, ini usulan saya dan ini adalah bagian untuk menciptakan rasa nyaman dan rasa aman bagi warga masyarakat," katanya.
>>> Ledakan di Terowongan Proyek PLTA India Tewaskan 11 Orang, 14 Hilang
Rasa aman menjadi bagian penting dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Langkah pengamanan di lapangan perlu dilakukan secara terukur dan menyasar lokasi dengan tingkat kerawanan tinggi.
Namun, persoalan keamanan tidak sepenuhnya bisa diserahkan kepada aparat. Dedi menilai masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan masing-masing.
Warga Diminta Aktif Patroli Lingkungan
Dedi mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan melalui kegiatan patroli di lingkungan RT dan RW.
Pengawasan dari warga dapat membantu mengantisipasi potensi kejahatan sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.
"Untuk itu mari kita bersama-sama untuk menjaga keamanan lingkungan kita masing-masing.
>>> Pemerintah Alihkan Insentif EV ke Perusahaan Tertentu, Kuota Tetap 200 Ribu Unit
Patroli di setiap RT-nya, di setiap RW-nya, di seluruh sudut-sudut strategis di wilayah kota dan desa yang menjadi potensi terjadinya aksi pembegalan, perampokan, dan berbagai aksi kriminal lainnya," tutur Dedi.
