Dukungan ini bahkan melampaui antusiasme yang ditunjukkan saat produser TV terkenal seperti Kim Tae-ho dan Na Young-seok keluar dari jaringan besar untuk memulai usaha independen.
Fenomena Kelelahan Kerja Kolektif
Kim Eun-saem, seorang pencari kerja berusia 24 tahun, mengatakan menonton konten Kim terasa seperti mengikuti narasi pribadi hidupnya.
"Ini seperti 'The Truman Show'," katanya.
Min Jae-hoon (29) mengaku terpikat oleh kemampuan Kim meraih kesuksesan di luar kebiasaan meskipun berada dalam lingkungan PNS yang ketat.
Seorang ibu berusia 43 tahun yang hanya ingin disebut Lee mengaku menyesali jalur karier korporat tradisionalnya.
"Personal branding kini menjadi alat paling penting untuk bertahan hidup," kata Lee. "Saya akan aktif mendukung anak saya jika mereka memilih menjadi YouTuber."
Kritikus budaya pop Kim Gyo-seok menilai lintasan Kim membuktikan bahwa personal branding dapat dicapai di tempat kerja tradisional.
"Ini adalah kasus yang membuktikan personal branding mungkin dilakukan melalui kemampuan individu di tempat kerja, dan itulah mengapa pekerja kantoran menjadi tertarik pada kesuksesan Kim Seon-tae," ujarnya.
Yoon Deok-hwan, rekan penulis "2025 Trend Monitor", mengatakan sindrom ini mengungkap kelelahan masyarakat yang mendalam dari kewajiban kolektif.
"Kata kunci umum di antara buku yang menarik perhatian pada paruh pertama tahun ini adalah 'kelelahan dari kewajiban kolektif'," kata Yoon.
>>> Dari Hotel hingga Kafe: Ide Interior Kreatif Ubah Balkon Apartemen
"Kecenderungan untuk fokus pada 'bagaimana saya harus bertahan hidup' tanpa peduli pada ekspektasi masyarakat membentuk dasar antusiasme untuk Kim Seon-tae, yang lebih dikenal sebagai 'Chungju Man'," pungkasnya.
