Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan mengumumkan perluasan besar-besaran inisiatif "Touring K-Arts" pada Kamis.
Program ini dirancang untuk mengubah pusat kebudayaan Korea di seluruh dunia menjadi panggung pertunjukan global.
>>> Cha In-pyo Luncurkan Novel Kelima, Ungkap Rasa Terima Kasih kepada Pembaca
Langkah ini bertujuan menunjukkan bahwa pengaruh budaya Korea tidak terbatas pada K-pop dan sinema. Sebanyak 46 program seni dan budaya akan dikirim ke 45 kota di 30 negara.
Model Tur Regional yang Efisien
Inisiatif ini menggunakan model tur regional yang sangat terkoordinasi. Pertunjukan dan pameran dijadwalkan secara berurutan di wilayah tetangga, bukan sebagai acara mandiri.
Pada uji coba awal, model ini berhasil memangkas biaya transportasi dan tiket pesawat secara signifikan.
Uji coba tersebut mendukung 47 proyek di 34 negara dan menarik lebih dari 170.000 penonton.
Perpaduan Tradisi dan Modernitas
Program yang diperluas ini menyeimbangkan warisan tradisional Korea dengan sentuhan modern.
Museum Rakyat Nasional Korea akan membawakan produksi "changgeuk"—opera rakyat tradisional Korea—berjudul Chunhyang ke Osaka dan Okinawa di Jepang.
Sementara itu, kelompok tari kontemporer LEE. K Dance akan membawakan produksi "All The World's" ke panggung di Meksiko dan Brasil.
>>> Sohn Suk-hee Kembali ke Radio MBC Setelah 13 Tahun
Seni visual dan media juga mendapat dorongan signifikan.
Pameran seni media Yayasan Seni dan Budaya SongEun berjudul "Still/Moving: The SONGEUN Video Collection in Motion" akan melakukan perjalanan ke Austria pada musim gugur ini.
Pameran tersebut sebelumnya debut di Roma untuk merayakan 10 tahun Pusat Kebudayaan Korea di Italia.
Selain itu, pameran Museum Sabina bertajuk "Hanbok Reborn as Art" akan digelar di Filipina dan Malaysia.
Ekspor Gaya Hidup
Penjangkauan juga berfokus pada ekspor gaya hidup. Kementerian memperluas lokakarya interaktif, termasuk "Matmeot Box", pengalaman bersantap budaya yang dijadwalkan di Beijing dan Shanghai.
Kelas master tata rias K-beauty juga akan digelar di Tokyo dan Osaka.
>>> Pemerintah Korea Targetkan Ekspor Budaya Capai $110 Miliar pada 2030
"Proyek ini dirancang untuk memberikan eksposur internasional yang lebih luas bagi karya budaya dan seniman baru kami," kata Kim Jae-hyun, direktur jenderal kebijakan budaya dan media di kementerian.
