Polisi Paris menahan puluhan orang setelah kerusuhan mengganggu perayaan kemenangan kedua Paris Saint-Germain di Liga Champions, Sabtu malam waktu setempat.
Sekelompok massa bahkan mencoba menyerbu kantor polisi di ibu kota Prancis.
>>> AS Peringatkan Mampu Kembali Berperang dengan Iran Saat Kesepakatan Masih Sulit
Para penggemar mulai merayakan setelah peluit akhir pertandingan di Budapest, Hongaria, tempat PSG mengalahkan Arsenal melalui adu penalti.
Sekitar 20.000 orang berkumpul di Champs-Elysees, dengan polisi berusaha mengendalikan kerumunan.
Kelompok-kelompok kecil menyebabkan gangguan di berbagai lokasi, termasuk merusak toko dan membakar properti. Mobil juga dibakar.
Seorang petugas polisi terluka. Mereka yang mencoba menyerbu kantor polisi di Arondisemen 8 yang mewah berhasil dibubarkan.
>>> Pidato Hegseth di Shangri-La: Sikap Tegas tapi Hati-hati soal China
Hingga pukul 22.00 waktu setempat, 45 orang telah ditahan. Jalan lingkar utama di sekitar Paris sempat diblokade massa sebelum dibubarkan polisi.
Polisi juga melaporkan satu toko roti dan satu restoran rusak.
Petugas juga mengamankan sekitar 1.000 orang yang berkumpul di dekat stadion PSG di Arondisemen 16 dan membersihkan barikade dari sepeda.
Pada Mei tahun lalu, setelah gelar pertama PSG, 201 orang terluka di ibu kota dan polisi melakukan lebih dari 500 penangkapan di seluruh Prancis.
>>> Trump Hanya Akan Buat Kesepakatan Iran yang 'Baik' dan Penuhi 'Redlines'
Paris saat itu dalam siaga tinggi dengan 8.000 petugas polisi dikerahkan.
