unique visitors counter
⌂ Beranda News Prancis dan Inggris Cegat Kapal Tanker Rusia yang Dikenai Sanksi

Prancis dan Inggris Cegat Kapal Tanker Rusia yang Dikenai Sanksi

Prancis dan Inggris Cegat Kapal Tanker Rusia yang Dikenai Sanksi
Personel Angkatan Laut Prancis mengamati kapal tanker Tagor di Samudra Atlantik
A A Ukuran Teks16px

Angkatan Laut Prancis, dengan dukungan Inggris, mencegat sebuah kapal tanker minyak yang dikenai sanksi internasional saat berlayar dari Rusia.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan insiden itu pada Senin (1/6/2026).

>>> Hong Kong Perketat Aturan Mesin Claw Machine karena Kecanduan

IN2

Kapal tanker bernama Tagor itu dibawa naik pada Minggu (31/5) di Samudra Atlantik.

Dalam unggahan di media sosial X, Macron menyertakan video yang menunjukkan seseorang turun dari helikopter ke kapal.

Ini adalah pencekalan terbaru yang dilakukan Prancis terhadap kapal tanker yang diduga terkait dengan Rusia.

in2

Sebelumnya, Prancis juga mencegat kapal Deyna di Laut Mediterania pada Maret dan kapal Grinch pada Januari.

Prancis: Kapal Ini Melanggar Hukum Laut

Macron menulis bahwa tidak dapat diterima jika kapal-kapal menghindari sanksi internasional, melanggar hukum laut, dan membiayai perang Rusia di Ukraina.

Menurutnya, kapal-kapal yang tidak mematuhi aturan navigasi dasar juga menjadi ancaman bagi lingkungan dan keamanan semua pihak.

>>> Kandidat Pro-Trump Unggul di Pilpres Kolombia, Petahana Sebar Keraguan

Pendapatan minyak merupakan bagian penting dari ekonomi Rusia. Moskow disebut menggunakan armada ratusan kapal untuk menghindari sanksi yang dijatuhkan atas perang di Ukraina.

Prancis dan negara lain bertekad menindak tegas apa yang disebut sebagai "armada bayangan".

Otoritas maritim Prancis mengatakan kapal tanker itu dicegat lebih dari 400 mil laut di sebelah barat Prancis, di perairan internasional Atlantik.

Kapal tersebut berlayar dari pelabuhan Murmansk di barat laut Rusia.

Kapal itu diduga beroperasi dengan bendera palsu. Angkatan Laut Prancis kini mengawalnya ke tempat berlabuh untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kremlin mengecam tindakan tersebut. Juru bicara Dmitry Peskov mengatakan Rusia menganggap tindakan itu ilegal dan "hampir seperti pembajakan".

>>> Malaysia Mulai Berlakukan Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Ia menegaskan Rusia tidak setuju bahwa pencekalan itu dilakukan sesuai hukum internasional.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru