Lalu lintas di Selat Hormuz masih tersendat.
Hanya 36 kapal yang melintas dalam tujuh hari hingga Jumat lalu, sepertiganya membawa minyak mentah atau produk minyak.
Sebelum perang, rata-rata lebih dari 130 kapal melintas setiap hari.
Presiden Trump bertemu dengan penasihatnya pada Jumat namun belum memutuskan untuk melanjutkan kesepakatan gencatan senjata dan membuka kembali selat tersebut.
Iran mengatakan kesepakatan belum final.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, kembali menuduh AS "terus-menerus" mengubah posisinya.
"Sejak awal kami tahu—dan terus tahu—bahwa kami bernegosiasi dalam suasana saling tidak percaya," kata Baghaei.
Sementara itu, Trump menyatakan optimisme dalam unggahan di Truth Social.
>>> CEPI Berikan Rp60 Miliar untuk Moderna dan Mitra Kembangkan Vaksin Ebola
"Iran benar-benar ingin membuat kesepakatan, dan itu akan menjadi kesepakatan yang baik bagi AS dan mereka yang bersama kita," tulisnya.