Peradangan kronis meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung. Kebiasaan pagi yang sederhana dapat membantu mengendalikannya.
Peradangan adalah respons imun normal untuk melindungi tubuh dari infeksi dan cedera.
>>> Replika Banwha Peringati 140 Tahun Hubungan Korea-Prancis
Namun, peradangan kronis yang tidak terdeteksi dapat merusak sel dan memicu penyakit serius seperti diabetes, kardiovaskular, dan kanker.
Obesitas menjadi salah satu pemicu utama peradangan kronis.
Data dari Korea Disease Control and Prevention Agency menunjukkan tingkat obesitas pada orang dewasa Korea mencapai 34,4 persen pada 2024, naik 8,1 poin persen dari 26,3 persen pada 2014.
Kebiasaan Pagi yang Direkomendasikan
Pagi hari menjadi waktu penting karena kadar kortisol, hormon anti-inflamasi yang disekresi saat tidur, mengalami perubahan signifikan saat sistem imun aktif.
Berikut enam kebiasaan pagi yang dapat membantu melawan peradangan.
Minum segelas air putih saat bangun tidurSelama tidur, tubuh kehilangan cairan melalui napas dan keringat. Dehidrasi ringan di pagi hari umum terjadi.
Kekurangan cairan dapat memengaruhi fungsi pembuluh darah dan respons stres. Beberapa studi mengaitkan dehidrasi dengan peningkatan zat peradangan seperti interleukin-6.
Segelas air putih membantu mengembalikan keseimbangan tubuh.
Peregangan atau jalan kakiAktivitas fisik teratur dikaitkan dengan penurunan penanda peradangan seperti C-reactive protein dan IL-6. WHO merekomendasikan 150 menit olahraga intensitas sedang per minggu.
Karena otot dan sendi masih kaku, peregangan, jalan kaki, atau yoga lebih nyaman dilakukan di pagi hari.
Berjemur 10 menit di pagi hariSinar matahari pagi membantu mengatur ritme sirkadian yang memengaruhi kualitas tidur dan fungsi imun.
>>> Dua Pementasan 'Uncle Vanya' di Seoul, Cerminan Perjuangan Pria Korea
Paparan sinar matahari juga merangsang produksi vitamin D. Survei terbaru menemukan hampir setengah orang dewasa Korea (49,4 persen) kekurangan vitamin D.
