WASHINGTON — Acting Attorney General Todd Blanche dijadwalkan kembali ke Capitol Hill pada Selasa setelah pemerintahan Trump mengisyaratkan akan menunda rencana kontroversial terkait dana hampir $1,8 miliar.
Dana tersebut awalnya dirancang untuk memberikan kompensasi kepada sekutu Presiden Donald Trump yang merasa telah diselidiki dan dituntut secara tidak adil.
>>> Microsoft Siap Pamerkan Alat AI Baru untuk PC dan Cloud di Konferensi Developer
Hearing di hadapan Komite Alokasi DPR akan membahas anggaran Departemen Kehakiman, namun anggota parlemen kemungkinan besar akan mempertanyakan pembentukan dana yang memicu kemarahan.
Kekhawatiran utama adalah bahwa perusuh pro-Trump yang menyerbu Gedung Capitol pada 6 Januari 2021 bisa memenuhi syarat untuk menerima pembayaran.
Presiden Trump kini mempertimbangkan kembali apakah akan melanjutkan dana yang dibentuk untuk menyelesaikan gugatannya terhadap Internal Revenue Service terkait kebocoran pengembalian pajaknya.
Seorang sumber yang mengetahui pemikiran presiden mengatakan pada Senin bahwa Trump menghadapi reaksi balik dari Partai Republik dan kemunduran hukum.
Departemen Kehakiman juga mengatakan pada Senin akan mematuhi pengadilan Virginia yang untuk sementara memblokir dana tersebut, secara efektif menyetujui jeda setidaknya dua minggu.
Hakim lain di Florida membuka kemungkinan untuk membuka kembali gugatan IRS karena adanya tuduhan serius mengenai penanganan yang tidak layak oleh pemerintah.
Pemerintahan Trump membela dana tersebut sebagai langkah yang tepat untuk mengimbangi apa yang mereka sebut sebagai Departemen Kehakiman yang dipersenjatai selama era Biden.
Meskipun beberapa pendukung Trump, termasuk peserta kerusuhan Capitol, menyambut baik pengumuman tersebut, reaksi dari Partai Republik di Kongres justru sangat bermusuhan.
Hal ini memaksa Blanche untuk mencoba menenangkan konstituen GOP yang biasanya sejalan dengan pemerintahan.
