unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Bisakah Industri Film Korea Pertahankan Kebangkitan?

Bisakah Industri Film Korea Pertahankan Kebangkitan?

Bisakah Industri Film Korea Pertahankan Kebangkitan?
Penonton di bioskop Korea menonton film
A A Ukuran Teks16px

Sebelum COVID-19, jumlah penonton tahunan rutin melampaui 200 juta.

Pemulihan industri saat ini, meskipun berarti, masih belum mencapai skala pasar sebelumnya.

Yang lebih penting, sebagian besar pertumbuhan tahun ini terkonsentrasi pada sejumlah kecil film blockbuster.

IN2

"King's Warden" sendiri menyumbang hampir setengah dari total penonton dan pendapatan box office kuartal pertama.

Meskipun keberhasilan seperti itu menggembirakan, hal ini juga menyoroti ketergantungan industri yang semakin besar pada segelintir produksi andalan.

Banyak film komersial kelas menengah terus berjuang untuk mendapatkan pendanaan, sementara produksi independen dan arthouse menghadapi kesulitan menarik penonton dan mendapatkan layar.

in2

Pandangan industri adalah bahwa pemulihan berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar beberapa hit besar; diperlukan ekosistem produksi yang lebih luas yang mampu mengembangkan genre beragam, sutradara baru, dan bakat yang muncul.

Langkah Pemerintah

Menyadari tantangan struktural ini, pemerintah telah meningkatkan upaya mendukung sektor ini.

Pada 29 Mei, Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata bersama KOFIC meluncurkan badan konsultatif publik-swasta yang bertujuan memperbaiki struktur distribusi industri film dan membangun model pendapatan yang lebih berkelanjutan.

Salah satu tugas utama kelompok ini adalah membahas kesepakatan sukarela mengenai periode holdback yang tepat, yaitu waktu antara rilis teatrikal film dan ketersediaannya di platform streaming atau lainnya.

Isu ini telah menjadi salah satu topik paling kontroversial di industri.

Operator bioskop berpendapat bahwa jendela holdback yang semakin pendek telah melemahkan insentif bagi penonton untuk datang ke bioskop, merusak ekonomi pertunjukan teatrikal.

Platform streaming dan beberapa distributor, bagaimanapun, berpendapat bahwa pembatasan yang lebih lama dapat menunda pemulihan pendapatan dan membatasi akses konsumen di era ketika kebiasaan menonton telah berubah secara fundamental.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru