Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kekhawatiran atas perlakuan Korea Selatan terhadap perusahaan Amerika telah mempengaruhi kemampuan Washington untuk menyepakati perjanjian dagang dengan Seoul.
Pernyataan itu disampaikan Rubio menanggapi kritik dari anggota Kongres Darrell Issa dalam sidang dengar pendapat pada Rabu (4/6).
>>> Media Asing Nilai Pilkada Korea Selatan Jadi Uji Coba Tahun Pertama Presiden Lee
Dalam sidang tersebut, Issa berargumen bahwa demokrasi Korea Selatan telah "berbelok kuat ke kiri."
Ia juga menuduh Korea Selatan membuka lebih banyak jalur menuju China dan "mulai menindas" perusahaan seperti Meta dan Coupang.
Menanggapi Issa, Rubio mengatakan kekhawatiran tentang perlakuan terhadap perusahaan AS telah menjadi bagian dari keterlibatan Washington dengan Seoul.
"Perusahaan kami tidak hanya menghadapi tantangan dan menjadi sasaran di Korea Selatan. Mereka menghadapinya di seluruh Eropa," ujar Rubio.
"Saya pikir ini menjadi fitur dalam keterlibatan kami dengan Korea Selatan meskipun kami memiliki hal-hal yang secara strategis selaras," tambahnya.
>>> Rubio Sebut Kekhawatiran soal Kesehatan Mental Trump 'Absurd'
"Terus terang, [hal itu] telah mempengaruhi kemampuan kami untuk menyepakati perjanjian dagang dengan mereka karena beberapa perilaku mereka terhadap perusahaan Amerika," kata Rubio.
Pernyataan ini merupakan contoh terbaru Issa mengkritik Korea Selatan sambil membela Coupang.
Sebelumnya tahun ini, Issa bersama puluhan anggota DPR dari Partai Republik menyuarakan kekhawatiran tentang apa yang mereka sebut perlakuan diskriminatif terhadap perusahaan AS di Korea Selatan.
Ia juga secara terbuka mendesak pejabat Korea untuk menghindari kebijakan yang menurutnya tidak adil menargetkan perusahaan seperti Coupang, Meta, Google, dan Apple.
Pertukaran terbaru ini menunjukkan kekhawatiran atas perlakuan terhadap perusahaan teknologi dan platform masih menjadi bagian dari diskusi ekonomi AS-Korea yang lebih luas.
>>> Trump Akui Sebut Netanyahu 'Gila', Israel Dinilai Perumit Perundingan Damai Iran
Hal ini terjadi meskipun kedua negara terus bekerja sama erat dalam keamanan dan isu strategis lainnya.