unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Starbucks Kembali ke Puncak Peringkat Hadiah KakaoTalk Setelah Kontroversi 'Tank Day'

Starbucks Kembali ke Puncak Peringkat Hadiah KakaoTalk Setelah Kontroversi 'Tank Day'

Starbucks Kembali ke Puncak Peringkat Hadiah KakaoTalk Setelah Kontroversi 'Tank Day'
Sebuah gerai Starbucks di Seoul
A A Ukuran Teks16px

Starbucks telah merebut kembali posisi nomor satu dalam peringkat voucher hadiah seluler KakaoTalk setelah penurunan tajam akibat kontroversi promosi "Tank Day".

Promosi tersebut dikaitkan dengan Pemberontakan Demokratik Gwangju 18 Mei.

>>> Lokakarya Kerajinan Tradisional Gratis di Seoul Dibuka untuk Pendaftaran

IN2

Menurut peringkat KakaoTalk Gift per Rabu, voucher e-card Starbucks senilai 50.000 won ($33) menempati peringkat pertama dalam kategori "Kafe" di bawah sertifikat hadiah.

Voucher seluler ini dapat didaftarkan melalui aplikasi Starbucks atau ditukar dengan kartu Starbucks di toko.

Paket voucher Starbucks yang terdiri dari dua kopi dan satu makanan penutup menempati peringkat kedua, sementara voucher e-card perusahaan senilai 30.000 won berada di peringkat keempat.

in2

Starbucks kembali ke puncak peringkat pada hari Selasa, hanya delapan hari setelah kehilangan posisi tersebut ke jaringan kopi hemat Mega MGC Coffee di tengah boikot konsumen yang dipicu oleh kontroversi.

Pada 25 Mei, voucher Mega MGC Coffee menempati tiga posisi teratas dalam kategori tersebut, menggusur Starbucks yang telah memegang posisi nomor satu selama bertahun-tahun.

Peringkat didasarkan pada faktor-faktor termasuk volume penjualan, jumlah pengguna yang menambahkan produk ke daftar keinginan, dan rasio klik-tayang.

>>> 26 Restoran di Busan Sajikan Menu Edisi Terbatas Sambut Konser BTS

Reaksi online beragam. Beberapa pengguna internet berpendapat bahwa kampanye boikot terhadap Starbucks sudah terlalu jauh.

Seorang komentator menulis bahwa apakah orang memilih untuk minum kopi Starbucks harus diserahkan pada preferensi individu.

Yang lain mengkritik apa yang mereka gambarkan sebagai keterlibatan pemerintah dalam gerakan boikot yang dipimpin konsumen.

Sementara itu, beberapa pengguna berpendapat bahwa efek boikot masih terasa.

Seorang komentator mengklaim bahwa meskipun Starbucks telah memulihkan posisinya di peringkat hadiah KakaoTalk, penjualan aktual perusahaan terus terpengaruh.

Kontroversi meletus setelah Starbucks mempromosikan acara "Tank Day" pada 18 Mei, hari peringatan Pemberontakan Demokratisasi Gwangju 1980, yang menuai kritik karena dianggap tidak sensitif terhadap tanggal yang terkait dengan salah satu pemberontakan pro-demokrasi paling signifikan di Korea.

>>> BTS The City di Busan Jadi Pemicu Redistribusi Wisatawan ke Seluruh Korea

Starbucks kemudian meminta maaf atas promosi tersebut.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru