Nvidia resmi memasuki pasar Windows on ARM dengan memperkenalkan chip RTX Spark di ajang Computex 2026. Chip ini dirancang untuk memberikan performa setara Apple Silicon di ekosistem Windows.
RTX Spark dibangun dengan proses fabrikasi 3nm dari TSMC dan menampung 70 miliar transistor. Angka ini sangat impresif untuk sebuah chip laptop.
>>> Jadwal Konser di GBK Akhir Pekan Ini: EXO, Reality Club, dan Raisa
Chip ini menggabungkan CPU ARM hasil kolaborasi dengan MediaTek, GPU berbasis arsitektur Blackwell, dan akselerator AI dalam satu paket terpadu.
Spesifikasi dan Performa
RTX Spark memiliki hingga 20 core CPU dan memori terpadu mencapai 128 GB. Spesifikasi ini memungkinkan chip menangani beban kerja berat seperti pengolahan data AI secara lokal.
Kemampuan AI chip ini mencapai 100 TOPS, jauh di atas pesaing. Hal ini memastikan fitur AI di Windows dapat berjalan lancar tanpa menguras baterai.
Kehadiran RTX Spark langsung berdampak pada pasar. Nilai saham Qualcomm sempat terkoreksi setelah pengumuman ini.
>>> Eks ART Bantah Langgar Privasi Anak Erin dan Andre Taulany
Qualcomm Tak Tinggal Diam
Qualcomm tetap mengandalkan Snapdragon X2 Elite Extreme sebagai andalan. Chip ini merupakan evolusi dari generasi pertama dengan peningkatan performa CPU hingga 50 persen.
Snapdragon X2 Elite Extreme dilengkapi 18 core Oryon generasi ketiga, terdiri dari core performa tinggi dan core efisiensi.
Dalam pengujian internal, chip ini mampu mengimbangi prosesor kelas atas lainnya.
Qualcomm juga menyematkan NPU dengan kekuatan 80 TOPS untuk menangani tugas kecerdasan buatan. Ini memastikan fitur AI berjalan efisien tanpa membebani baterai.
>>> Setlist Konser EXhOrizon EXO di Indonesia Arena 6 dan 7 Juni 2026
Laptop dengan Nvidia RTX Spark diprediksi mulai tersedia pada akhir tahun 2026. Estimasi harga mulai dari Rp29 jutaan.