Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk mengalihkan aset Iran ke negara-negara Teluk yang menjadi sasaran serangan Teheran.
Hal ini diungkapkan oleh sejumlah media AS yang mengutip sumber dekat Menteri Keuangan Scott Bessent.
>>> Taiwan Kerahkan Kapal Penjaga Pantai Hadapi Operasi China di Laut Timur
Menurut laporan tersebut, Departemen Keuangan AS sedang mengkaji penggunaan dana tersebut untuk mendukung sekutu AS di kawasan setelah serangan Iran.
Bessent telah meminta perkiraan komprehensif atas kerusakan yang terjadi sejak perang dengan Iran dimulai.
Opsi Pemulihan dan Rekonstruksi
Pihak berwenang juga tengah memeriksa opsi untuk membuat aset Iran tersedia bagi pekerjaan perbaikan dan rekonstruksi di masa depan.
Belum diketahui secara pasti jenis aset yang dipertimbangkan, misalnya uang di rekening bank beku atau aset fisik seperti kapal tanker minyak.
>>> Mahasiswa China Mulai Tinggalkan Hong Kong karena Biaya dan Budaya
Iran telah berulang kali menembaki negara-negara Teluk sejak perang dimulai pada 28 Februari. Target terbaru adalah Kuwait dan Bahrain pada Sabtu dini hari.
Militer AS memiliki pangkalan di kedua negara tersebut, yang hanya berjarak beberapa ratus kilometer dari Iran.
Gencatan Senjata dan Negosiasi
Gencatan senjata dalam konflik ini secara nominal telah berlaku sejak 8 April. Meski demikian, serangan timbal balik masih terus terjadi.
>>> Bitcoin Anjlok di Bawah $60.000, Terendah Sejak Oktober 2024
Dalam negosiasi yang sedang berlangsung antara AS dan Iran, salah satu tuntutan Teheran adalah pembebasan aset beku mereka.