Taiwan mengerahkan kapal penjaga pantai untuk merespons operasi China di perairan timur pulau tersebut.
Langkah ini diambil setelah China melancarkan operasi penegakan hukum maritim yang disebut sebagai respons terhadap pembicaraan perbatasan antara Jepang dan Filipina.
>>> Mahasiswa China Mulai Tinggalkan Hong Kong karena Biaya dan Budaya
Penjaga pantai Taiwan menyatakan pihaknya telah memantau pergerakan kapal China selama proses berlangsung. Mereka mengerahkan lebih dari lima kapal untuk membantu pengawasan.
Empat kapal pemerintah China dilaporkan berangkat dari Pelabuhan Xiamen dan berlayar di luar perairan terbatas Taiwan di barat daya.
Kapal-kapal China diperkirakan tiba di perairan terkait pada Minggu.
Penjaga pantai Taiwan menegaskan bahwa China tidak memiliki hak berdaulat di perairan timur Taiwan. Mereka menyebut operasi China melanggar hukum internasional.
China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menyebut pembicaraan Jepang-Filipina sebagai tindakan ilegal.
>>> Bitcoin Anjlok di Bawah $60.000, Terendah Sejak Oktober 2024
Beijing mengorganisir polisi maritim dari Fujian dan Guangdong untuk melakukan operasi penegakan hukum lalu lintas maritim khusus di perairan timur Taiwan.
Laporan media China tidak memberikan rincian mengenai durasi operasi atau apakah masih berlangsung.
Operasi ini disebut sebagai tindakan yang diperlukan terhadap pengumuman sepihak Jepang dan Filipina untuk memulai negosiasi delimitasi batas maritim di dekat Taiwan.
Taiwan sebelumnya menyatakan harus dikonsultasikan dalam pembicaraan Jepang-Filipina tersebut. Ketegangan antara China dengan Jepang dan Filipina meningkat dalam beberapa tahun terakhir terkait klaim teritorial maritim.
Penjaga pantai Taiwan juga melaporkan bahwa sebuah kapal survei China bergabung dengan kapal penjaga pantai di perairan sekitar Pulau Pratas di Laut China Selatan.
>>> Xi Jinping Kunjungi Korea Utara, Pakar AS Sebut untuk Melemahkan Hubungan Rusia-Korut
Ini merupakan pertama kalinya kapal penjaga pantai dan kapal survei China bertindak bersama untuk memprovokasi Taiwan.