unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Xi Jinping Kunjungi Korea Utara, Pakar AS Sebut untuk Melemahkan Hubungan Rusia-Korut

Xi Jinping Kunjungi Korea Utara, Pakar AS Sebut untuk Melemahkan Hubungan Rusia-Korut

Xi Jinping Kunjungi Korea Utara, Pakar AS Sebut untuk Melemahkan Hubungan Rusia-Korut
Presiden China Xi Jinping dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjabat tangan
A A Ukuran Teks16px
alt mid

WASHINGTON — Kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Korea Utara pekan depan didorong sebagian oleh keinginan Beijing untuk melemahkan hubungan yang semakin erat antara Moskow dan Pyongyang, serta tekanan AS agar China bekerja sama dalam menangani Korea Utara, kata seorang pakar AS, Jumat.

Victor Cha, presiden departemen geopolitik dan kebijakan luar negeri serta ketua Korea di Center for Strategic and International Studies (CSIS), menyampaikan hal itu dalam siniar CSIS.

>>> AS Soroti Tujuan Denuklirisasi Bersama Jelang Kunjungan Xi ke Korut

alt top

Media pemerintah Korea Utara melaporkan pekan ini bahwa Xi akan mengunjungi Korea Utara pada Senin dan Selasa. Ini akan menjadi kunjungan pertamanya ke negara itu sejak 2019.

Kunjungan Xi ini mengikuti pertemuan puncak terpisahnya dengan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing bulan lalu, serta kunjungannya ke Korea Selatan pada akhir Oktober hingga awal November untuk menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik.

Tekanan AS dan Perubahan Lingkungan Keamanan

"Saya pikir sebagian dari yang mendorong (perjalanan ini) adalah Trump, dalam arti bahwa ...

alt mid

kami selalu menasihati pihak China, 'Lihat, Anda harus membantu kami di Korea Utara karena jika tidak, Jepang dan Korea Selatan akan merespons.

Tetangga Anda akan menjadi jauh lebih buruk jika Anda tidak bekerja sama dengan kami di Korea Utara,'" kata Cha.

Ia merujuk pada lanskap keamanan yang berubah, di mana Seoul berupaya meningkatkan belanja pertahanan dan memperkuat kemampuan militernya melalui dorongan membangun kapal selam bertenaga nuklir bekerja sama dengan AS, serta Tokyo yang mempercepat pembangunan militernya.

"Jepang melakukan semua hal ini (untuk memperkuat militernya).

alt under
E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
alt mid
📰 Update Terbaru