Diskusi antara Seoul dan IAEA masih dalam tahap awal karena Korea Selatan belum membuat keputusan akhir mengenai jenis teknologi atau modalitas operasional proyek tersebut.
Grossi menekankan bahwa pengaturan harus sangat spesifik, tergantung pada jenis kapal selam, desain, bahan bakar, dan infrastruktur darat.
Menurut peta jalan program yang diumumkan Menteri Pertahanan Ahn Gyu-back bulan lalu, kapal selam yang direncanakan akan menggunakan uranium diperkaya rendah hingga kurang dari 20 persen.
Sebagai perbandingan, senjata nuklir biasanya menggunakan uranium yang diperkaya hingga lebih dari 90 persen.
Pemerintah Seoul berencana meluncurkan kapal selam nuklir pertama pada pertengahan 2030-an dan mendorong pengembangan untuk mulai beroperasi sebelum 2040.
>>> Iran Hentikan Operasi Militer terhadap Israel, Peringatkan Balasan Lebih Keras
Setelah pertemuan puncak Oktober lalu, AS berkomitmen mendukung proses yang mengarah pada pembangunan kapal selam nuklir Seoul, serta pengayaan uranium dan pemrosesan ulang bahan bakar bekas untuk penggunaan sipil.