Departemen Luar Negeri Amerika Serikat kembali menegaskan bahwa Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping memiliki tujuan bersama untuk denuklirisasi Korea Utara.
Pernyataan ini disampaikan pada Senin, beberapa jam setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Xi mengadakan pertemuan di Pyongyang.
>>> Hakim AS Batalkan Biaya H-1B $100.000 Trump
Dalam pertemuan tersebut, Xi menyerukan penguatan kepercayaan politik dan perluasan kerja sama praktis antara kedua negara, menurut kantor berita Xinhua.
Namun, belum ada laporan bahwa Xi menyebut denuklirisasi atau isu Semenanjung Korea selama pertemuan itu.
Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan, "Di Beijing, Presiden Trump dan Presiden Xi menegaskan tujuan bersama mereka untuk denuklirisasi Korea Utara."
Pernyataan serupa juga telah dikeluarkan minggu lalu menjelang kunjungan Xi ke Korea Utara.
>>> Israel dan Iran Tahan Diri Setelah Saling Serang, Gencatan Senjata April Terancam
Pernyataan tersebut tampaknya menekankan harapan pemerintahan Trump agar China bekerja sama membawa Korea Utara kembali ke dialog dan mendorong denuklirisasi.
Pyongyang selama ini menolak seruan denuklirisasi.
Kim Yo-jong, saudara perempuan Kim Jong-un, baru-baru ini menyebut status Korea Utara sebagai negara bersenjata nuklir bersifat "tidak dapat diubah" dan merupakan "garis tanpa mundur."
Spekulasi beredar bahwa Trump mungkin meminta kerja sama Xi untuk melanjutkan dialog dengan Kim selama pertemuan puncak di Beijing bulan lalu, mengingat Trump berulang kali menyatakan keinginan untuk memulai kembali keterlibatan dengan pemimpin Korea Utara.
>>> Belatung Pemakan Daging Kembali Muncul di AS, Ancam Industri Sapi
Pertemuan Xi dan Kim terjadi saat pemimpin China berusaha meningkatkan hubungan dengan Korea Utara, yang semakin memperdalam kerja sama militer, diplomatik, dan ekonomi dengan Rusia.