Lalat screwworm New World kembali muncul di Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad.
Parasit pemakan daging ini mengancam industri sapi AS yang bernilai $113 miliar.
>>> Saham AI Pulih dari Aksi Jual Pekan Lalu, Harga Minyak Turun dari Puncak
Departemen Pertanian AS (USDA) mengumumkan dua kasus baru pada Senin (9/6/2025). Kasus ditemukan pada seekor anak sapi dan seekor anjing yang berjarak ratusan mil.
Total kasus di Texas kini menjadi empat.
Texas merupakan negara bagian dengan populasi sapi terbesar di AS, bernilai $17 miliar.
Lalat screwworm menjadi momok bagi peternak sejak 1930-an hingga 1960-an, sebelum akhirnya diberantas dengan teknik pelepasan lalat jantan steril.
Apa Itu Screwworm dan Mengapa Berbahaya?
Lalat screwworm New World berbeda dari lalat biasa karena larvanya memakan daging hidup dan cairan tubuh, bukan materi mati.
Lalat betina hanya kawin sekali seumur hidup dan bertelur di luka terbuka atau selaput lendir.
Nama screwworm berasal dari kebiasaan belatung yang "memutar" masuk ke dalam luka. Semua hewan berdarah panas, termasuk satwa liar, hewan peliharaan, dan kadang manusia, bisa terinfestasi.
Peternak rentan karena praktik penanganan sapi seperti mencukur, memotong tanduk, atau memindahkan ternak dapat menyebabkan luka. Bahkan luka sekecil gigitan kutu pun bisa menjadi pintu masuk.
Infestasi yang tidak diobati dapat menyebabkan kematian. Namun, USDA menegaskan bahwa lalat ini tidak menginfestasi makanan, sehingga kecil kemungkinan mempengaruhi produksi daging sapi.
Penyebaran dan Tindakan Karantina
Kasus pertama ditemukan pada anak sapi berusia 3 minggu di La Pryor, Texas, sekitar 100 mil dari San Antonio.
Kasus kedua ditemukan di Zavala County, hanya 5,6 mil dari kasus pertama. Dua kasus baru terjadi di La Salle County dan Andrews County.
