Gempa bumi berkekuatan 6,1 magnitudo mengguncang wilayah barat Kuba pada Senin (8/6) sore waktu setempat. Guncangan terasa hingga Havana dan Florida, bahkan mencapai Orlando di utara.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi di kedalaman 26 kilometer di perairan sebelah barat ibu kota Kuba.
>>> OpenAI Ajukan IPO Rahasia, Langkah Awal Menuju Go Public
Belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan berarti.
Flavia Pupo, manajer Hotel Pinar del Rio di Kuba barat, menggambarkan bangunan bergetar dan menimbulkan ketakutan. “Semua orang di sini baik-baik saja,” katanya melalui telepon.
“Orang-orang di jalan sedikit ketakutan.”
Layanan Cuaca Nasional Miami melaporkan guncangan terasa di barat daya Florida. Banjir unggahan media sosial menunjukkan warga merasakan getaran hingga utara Orlando.
Maria Moncayo, karyawan kantor hukum di pusat kota Fort Lauderdale, mengaku sedang bekerja saat merasakan getaran. Ia membandingkannya dengan suara konstruksi di bagian lain gedung.
Getaran berlangsung sekitar satu menit.
“Saya punya liontin kecil yang tergantung di meja, dan itu bergerak,” kata Moncayo. “Karena itu saya sadar bahwa itu bukan saya atau kursi saya.”
Moncayo pernah mengalami beberapa gempa saat tinggal di Ekuador, termasuk gempa 7,8 magnitudo yang menewaskan ratusan orang pada 2016.
Namun, ia belum pernah merasakan gempa sejak pindah ke Florida tujuh tahun lalu.
>>> Belanja Senjata Nuklir Dunia Capai Rekor Tertinggi, Picu Kekhawatiran Perlombaan Senjata Baru
“Sejak pindah ke sini, saya hampir lupa. Tapi saat meja bergerak, saya pikir akan seperti di Ekuador,” ujarnya.
“Itu memicu kilas balik, tapi kemudian saya sadar ini tidak parah, hanya gempa kecil.”
Otoritas Miami-Dade mengevakuasi beberapa gedung sebagai tindakan pencegahan, termasuk gedung perkantoran utama setinggi 28 lantai di pusat kota Miami.