unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Xi Jinping Kembali ke China Setelah Kunjungan Langka ke Korea Utara

Xi Jinping Kembali ke China Setelah Kunjungan Langka ke Korea Utara

Xi Jinping Kembali ke China Setelah Kunjungan Langka ke Korea Utara
Presiden China Xi Jinping dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat pertemuan di Pyongyang
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Presiden China Xi Jinping kembali ke Beijing pada Selasa setelah melakukan kunjungan langka ke Korea Utara.

Kunjungan tersebut berlangsung selama dua hari dan mencakup pertemuan bilateral serta penampilan publik bersama pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

>>> DPR AS Siapkan Dana Rp1.100 Triliun untuk Penegakan Imigrasi Trump

alt top

Xi tiba di Pyongyang pada Senin dalam kunjungan pertamanya dalam tujuh tahun terakhir.

Dalam pertemuan puncak, Xi menyatakan kesediaan China untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang, termasuk perdagangan, pertanian, konstruksi, dan teknologi.

Sementara itu, Kim mengatakan kedua negara akan mempertahankan persahabatan sebagai "pekerjaan strategis prioritas tertinggi yang paling penting," menurut laporan media pemerintah China dan Korea Utara.

alt mid

Simbol Persahabatan dan Kerja Sama

Pada Selasa, Xi dan Kim mengunjungi menara persahabatan Korea Utara-China yang menghormati tentara China yang bertempur bersama Korea Utara selama Perang Korea 1950-1953.

Mereka menekankan pentingnya melanjutkan persahabatan tradisional dan semangat perlawanan terhadap Amerika Serikat.

Kedua pemimpin juga mengunjungi sekolah pelatihan Partai Buruh yang berkuasa dan menanam pohon cemara sebagai simbol hubungan bilateral.

Xi kemudian menghadiri makan siang dan upacara perpisahan sebelum kembali ke Beijing.

>>> Pencarian Link Video Cut Salwa Melonjak, Identitas Perempuan dalam Video Viral Belum Terungkap

Analisis: Pengaruh China dan Kepentingan Strategis

Para ahli mengatakan Xi kemungkinan bertujuan memulihkan pengaruh eksklusif China di Korea Utara, yang prioritas kebijakan luar negerinya telah bergeser ke Rusia dalam beberapa tahun terakhir.

Mereka menilai Kim membutuhkan manfaat ekonomi dan politik sebagai imbalan.

Laporan media pemerintah kedua negara pada pertemuan puncak Senin menonjolkan komitmen Xi dan Kim untuk memperluas kerja sama serta dukungan Kim terhadap kebijakan "satu China" atas isu Taiwan.

alt under
E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
alt mid
📰 Update Terbaru