Israel melancarkan serangan udara ke kota pelabuhan bersejarah Tirus di Lebanon selatan pada Selasa, menewaskan setidaknya delapan orang, menurut kementerian kesehatan Lebanon.
Serangan ini merupakan yang paling mematikan di Tirus sejak pertempuran antara Israel dan Hizbullah meletus pada 2 Maret lalu.
>>> Iran: Dua Personel Militer Tewas dalam Serangan Israel
Serangan terjadi setelah Israel mengeluarkan perintah evakuasi untuk seluruh kota Tirus.
Warga dilaporkan meninggalkan kota pada Selasa pagi setelah perintah evakuasi daring, dengan tim pertahanan sipil membantu warga lanjut usia ke tempat penampungan sementara.
Media pemerintah Lebanon mengatakan tim penyelamat masih mencari korban selamat. Sebuah video yang memperlihatkan dampak serangan di pinggiran timur kota menunjukkan puing-puing berserakan di sepanjang jalan.
Israel sebelumnya menyatakan bahwa pejuang Hizbullah bersembunyi di Tirus.
Perintah evakuasi Israel untuk Lebanon selatan, yang sebagian besar diduduki pasukannya, telah mengosongkan seperlima wilayah negara itu, termasuk daerah jauh di luar garis depan.
>>> Xi Jinping Kembali ke China Setelah Kunjungan Langka ke Korea Utara
Konflik antara Israel dan Hizbullah dimulai ketika Hizbullah meluncurkan roket ke Israel untuk mendukung sekutunya, Iran, dua hari setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan perang terhadap Iran.
Penolakan Israel untuk mengakhiri kampanyenya di Lebanon, seperti yang diminta Iran, telah menghambat upaya Presiden AS Donald Trump untuk memperpanjang gencatan senjata yang rapuh dalam perang yang lebih luas antara AS-Israel dengan Iran menjadi kesepakatan yang langgeng.
Sementara itu, Iran terus memblokir sebagian besar pelayaran melalui Selat Hormuz, yang sebelum perang membawa seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia.
Washington juga memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Trump mengatakan kesepakatan damai harus memastikan Iran tidak dapat mengembangkan senjata nuklir.
>>> DPR AS Siapkan Dana Rp1.100 Triliun untuk Penegakan Imigrasi Trump
Tuntutan Iran mencakup pencabutan sanksi internasional, pembebasan miliaran dolar aset beku, dan pengakuan atas kendalinya atas selat tersebut.