unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Persediaan Minyak Negara Maju Anjlok ke Level Terendah Sejak 2003

Persediaan Minyak Negara Maju Anjlok ke Level Terendah Sejak 2003

Persediaan Minyak Negara Maju Anjlok ke Level Terendah Sejak 2003
Tangki penyimpanan minyak saat senja
A A Ukuran Teks16px
alt mid

NEW YORK — Persediaan minyak di negara-negara ekonomi terbesar dunia diperkirakan turun ke level terendah sejak 2003.

Hal ini diungkapkan oleh Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) pada Selasa (10/6).

>>> DPR AS Sahkan RUU Dialog Parlemen dengan Korsel dan Jepang

alt top

Penurunan terjadi karena pengambilan minyak dari cadangan berlangsung dengan kecepatan rekor. Penyebab utamanya adalah hilangnya produksi akibat perang Iran.

EIA dalam laporan Short-Term Energy Outlook bulanannya menyebutkan total persediaan minyak negara anggota OECD akan berada di bawah 2,3 miliar barel pada Desember.

Perkiraan ini didasarkan pada asumsi lalu lintas kapal di Selat Hormuz belum kembali normal hingga awal 2027.

alt mid

Level tersebut merupakan yang terendah sejak EIA mulai mencatat data pada 2003.

Penarikan persediaan yang cepat diperlukan untuk menutupi kehilangan produksi Timur Tengah sebesar 11 juta barel per hari.

Dampak pada Harga Minyak

EIA menyatakan kondisi ini menjadi dasar kenaikan harga minyak yang tajam dalam beberapa bulan ke depan.

Harga minyak mentah Brent diperkirakan rata-rata sekitar 105 dolar AS per barel pada Juni dan Juli.

>>> Trump Tuding Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS, Janji Balas

Angka tersebut jauh di atas harga di pasar berjangka yang mencapai 91,60 dolar AS per barel pada Selasa.

Laporan sebelumnya tentang kemungkinan kesepakatan AS-Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sempat menekan harga.

Namun EIA menegaskan kesepakatan itu belum final. "Mayoritas produksi minyak di kawasan masih terhenti, dan persediaan global terus menurun untuk memenuhi permintaan," tulis EIA.

EIA memperkirakan harga minyak akan tetap tinggi hingga arus minyak global kembali normal dan persediaan terisi kembali.

Tingginya harga, berkurangnya ketersediaan bahan bakar, serta upaya konservasi akan menekan permintaan global tahun ini.

EIA memperkirakan permintaan minyak global turun 1,1 juta barel per hari pada 2026.

>>> Hakim Batalkan Biaya Visa H-1B Trump Sebesar $100.000

Ini merupakan penurunan pertama sejak pandemi 2020 dan membalikkan perkiraan sebelumnya yang mencatat kenaikan 200.000 barel per hari.

alt under
R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
alt mid
📰 Update Terbaru