unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda Lifestyle Pameran Fotografi Still Life Kukje Gallery Soroti Kekuatan Fotografi di Era AI

Pameran Fotografi Still Life Kukje Gallery Soroti Kekuatan Fotografi di Era AI

Pameran Fotografi Still Life Kukje Gallery Soroti Kekuatan Fotografi di Era AI
Pameran fotografi still life Objects in Oscillation di Kukje Gallery
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Jo Seong-yeon menggabungkan pecahan beton, rebar, dan puing tanaman dari pinggiran kota, mengungkap vitalitas tak terduga dari benda yang dibuang kota.

Koo Seong-youn menciptakan patung gula berkilau yang difoto di ambang keruntuhan, mengekspos kerapuhan hasrat manusia. Chung Hee-seung menempatkan benda sehari-hari pada kisi isometrik, menerjemahkan puisi Mallarme secara fotografis.

Kim Soo-kang menggunakan proses gum print yang padat karya untuk memberi foto batu, botol, dan kantong kertas materialitas seperti lukisan.

alt top

Sebaliknya, Kim Kyoung-tae menggunakan focus stacking untuk menciptakan permukaan hiper-detail dari mur kuningan.

Park Chan-oo mengadaptasi tradisi lukisan "chaekgeori" dari era Joseon, menata benda sehari-hari dalam komposisi berlapis yang mempertanyakan sistem nilai kontemporer.

Fotografi vs AI

Para seniman sepakat bahwa pengalaman hidup, narasi, dan ketidaksempurnaan tidak bisa direproduksi mesin. Park Chan-oo menilai gambar AI semakin dapat diprediksi dan membosankan.

alt mid

Jung Jung-ho menekankan bahwa fotografi bukanlah gambar untuk dikonsumsi, melainkan medium untuk dialami secara aktif.

Kurator Koo menambahkan bahwa fotografi still life bukan sekadar menangkap objek indah, melainkan merenungkan hidup, mati, waktu, dan eksistensi.

>>> Penulis Korea-Amerika Eksplorasi Identitas dan Memori Lewat Lensa Lintas Budaya

Pameran "Objects in Oscillation" berlangsung hingga 19 Juli di Kukje Gallery, Seoul.

alt under
E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
alt mid
📰 Update Terbaru