unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda Hiburan Kritikus Puji Atmosfer Backrooms (2026), Cerita Dinilai Ambigu

Kritikus Puji Atmosfer Backrooms (2026), Cerita Dinilai Ambigu

Kritikus Puji Atmosfer Backrooms (2026), Cerita Dinilai Ambigu
Adegan dari film Backrooms menampilkan ruangan kuning kusam dengan tumpukan furnitur
A A Ukuran Teks16px
alt mid

>>> Waspada Tanda HP Terkena Virus Sebelum Data Pribadi Hilang

Kritik terhadap Cerita

Sebagian kritikus justru menganggap gaya cerita dan akhir yang ambigu sebagai kelemahan. Cerita Backrooms (2026) dinilai belum matang.

William Bibbiani dari The Wrap berpendapat bahwa semakin film mencoba menyampaikan pesan, semakin terasa tidak bermakna.

alt top

"Bila film ini cuma tur keliling gedung perkantoran yang meresahkan, Parsons mungkin bisa lolos," katanya.

Kevin Maher dari The Times UK mengkritik penggunaan dana besar untuk film yang dianggap murahan.

"Menobatkan Parsons sebagai anak jenius lalu memberinya US$10 juta tanpa pertanyaan untuk membuat film horor murahan dan di bawah standar rasanya tidak tepat," ujarnya.

alt mid

Angie Han dari The Hollywood Reporter meragukan kematangan penceritaan.

"Penceritaannya yang kurang matang membuat saya bertanya-tanya apakah beberapa ide menyeramkan mungkin lebih baik dibiarkan sebagai bisikan di kegelapan," katanya.

Film ini mengikuti kisah Clark (Chiwetejel Ejiofor), pengelola toko furnitur yang bisnisnya lesu dan masalah rumah tangga. Ia menjalani konseling dengan Mary (Renate Reinsve).

Clark mengaku menemukan pintu rahasia di bawah tokonya yang membawanya ke ruangan tak berujung. Mary skeptis dan menganggapnya halusinasi.

Clark bersumpah membuktikan omongannya, namun tak pernah kembali.

>>> Cara Membuat Acara Perpisahan Sekolah di Sakura School Simulator yang Seru dan Berkesan

Mary kemudian mendatangi toko Clark dan menemukan bahwa Clark tidak berbohong. Ia pun terseret ke dalam teror ruang tak berujung tersebut.

alt under
R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
alt mid
📰 Update Terbaru