Grup vokal pria virtual beranggota lima yang dikelola oleh startup teknologi Vlast ini debut pada Maret 2023 dan mencapai kesuksesan komersial yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi aksi virtual mana pun.
Mini album ketiga mereka, "Caligo Pt.
1," dirilis Februari 2025 dan terjual lebih dari 1,03 juta kopi di minggu pertama, rekor pertama untuk aksi K-pop virtual.
Delapan bulan kemudian, album single "PLBBUU" mencetak rekor lain dengan 1,09 juta unit terjual, dan lagu utamanya "DASH" masuk Billboard Global 200 di peringkat 195.
>>> Netflix Gelar Tur Dunia 'KPop Demon Hunters' untuk Manfaatkan Fandom Global
Grup ini juga menjual habis tiket KSPO Dome dan Gocheok Sky Dome di Seoul—dua venue terbesar di negara itu—selama Tur Asia 2025, prestasi lain yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pentingnya Teknologi
Pengamat industri mencatat bahwa fondasi teknologi di balik PLAVE—kelima anggota digambarkan oleh pemain manusia secara real-time melalui teknologi motion capture, memungkinkan siaran langsung, interaksi penggemar, dan momen spontan selama konser—yang membedakannya dari sebagian besar pesaing.
"Yang membuat PLAVE berbeda adalah penggemar tidak merasa mereka berinteraksi dengan karakter yang sudah diproduksi sebelumnya," kata seorang manajer hubungan masyarakat di label K-pop besar kepada The Korea Times dengan syarat anonimitas.
"Banyak perusahaan dapat membuat karakter virtual, tetapi menciptakan koneksi nyata adalah tantangan berbeda.
PLAVE berhasil karena penggemar menjadi terikat tidak hanya pada karakter tetapi juga pada kepribadian di baliknya," ujarnya.
Kritikus budaya Kim Hern-sik menunjuk pada kemampuan PLAVE untuk menarik audiens yang lebih muda.
"Gen Z sangat menghargai karakter, jadi mereka mengonsumsi konten yang berpusat pada karakter," kata Kim dalam wawancara siaran lokal baru-baru ini.