unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Pengiriman Global Masih Hati-hati Lewati Hormuz Meski Ada Kesepakatan AS-Iran

Pengiriman Global Masih Hati-hati Lewati Hormuz Meski Ada Kesepakatan AS-Iran

Pengiriman Global Masih Hati-hati Lewati Hormuz Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Kapal tanker di Selat Hormuz
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Para pengirim barang di Asia dan Eropa mengatakan kepercayaan untuk melanjutkan transit melalui Selat Hormuz perlu waktu berminggu-minggu untuk dibangun kembali.

Navigasi baru akan dimulai setelah keamanan terjamin, menyusul kesepakatan kerangka kerja antara AS dan Iran untuk membuka kembali jalur air tersebut.

>>> Trump Rayakan Ultah ke-80 dengan Kesepakatan Iran dan Pertarungan UFC di Gedung Putih

alt top

Pejabat AS dan Iran diperkirakan akan menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri perang dan membuka kembali selat pada Jumat.

Harga minyak global turun sekitar 5 persen pada Senin sebagai respons.

Presiden Donald Trump dalam unggahan Truth Social mengatakan bahwa kapal-kapal bermuatan minyak mulai bergerak keluar dari selat, "melewati 'Jalan Raya' selatan, yang benar-benar aman, terjamin, dan murni".

alt mid

Namun, data pelacakan kapal pada Senin tidak menunjukkan adanya penyeberangan tanker signifikan, kecuali satu kapal LNG.

Kapal-kapal sebenarnya telah diam-diam memindahkan barel minyak di sepanjang pantai Oman selama berminggu-minggu, berlayar secara "gelap" dengan dukungan angkatan laut AS.

Data yang hanya menangkap kapal yang secara aktif mentransmisikan posisi mereka menunjukkan puluhan tanker berkerumun di kedua sisi Selat Hormuz.

Kekhawatiran Ranjau dan Detail Kesepakatan

Para pengirim barang menyambut baik berita kesepakatan tersebut, tetapi menunggu lebih banyak detail, termasuk tentang pembersihan ranjau.

"Data AIS tidak menunjukkan gelombang kapal menuju Hormuz pagi ini," kata analis Jyske Bank, Haider Anjum, dalam catatan klien.

"Perusahaan pelayaran mungkin ingin menunggu sampai jelas bahwa kesepakatan itu bertahan, karena kita sudah dua kali sebelumnya melihat Hormuz 'terbuka' dalam waktu yang sangat singkat," tambahnya.

Perang Iran yang dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS-Israel telah menghentikan sebagian besar pengiriman melalui jalur transit yang memasok sekitar seperlima minyak dunia dan gas alam cair, serta produk seperti aluminium dan urea.

alt under
R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
alt mid
📰 Update Terbaru