Dalam persentase, negara-negara Afrika Sub-Sahara, khususnya Sahel, memiliki proporsi anak terdampak bahaya iklim tertinggi. Dampaknya sering diperparah oleh ketidakmampuan pemerintah mengatasi bahaya iklim.
Chad, misalnya, menghadapi krisis kemanusiaan dengan akses terbatas ke air, listrik, dan makanan.
Lebih dari 95 persen anak di negara itu terpapar setidaknya tiga bahaya, salah satu proporsi tertinggi di dunia.
Negara rentan lainnya termasuk 39 negara kepulauan yang menghadapi tantangan seperti air tawar terbatas, ketergantungan impor, dan ketidakmampuan mengungsi setelah bencana seperti badai.
Tak Ada Negara yang Benar-Benar Aman
Laporan menunjukkan tidak ada negara yang benar-benar terbebas.
Slaymaker mengatakan di banyak negara terdapat kantong kecil populasi yang tidak terpapar bahaya ini, cenderung di belahan bumi utara, khususnya Skandinavia.
Namun, ia menekankan laporan hanya melihat delapan risiko paling umum di dunia.
>>> Kesepakatan Akhir Perang Iran-AS: Apa yang Perlu Diketahui
Anak-anak di negara-negara tersebut mungkin menghadapi ancaman lain yang tidak tercakup, seperti mencairnya gletser atau mencairnya lapisan es.