Sementara perhatian dunia tertuju pada Piala Dunia 2026, sebuah plaza kecil di pusat Seoul pada Minggu (14/6) justru dipenuhi suara "kihap" dari para pengunjung yang antusias mengikuti kelas taekwondo.
Di Namsangol Hanok Village, wisatawan dari berbagai negara mengikuti instruktur dengan hitungan "Satu dan dua, mudah, bagus!"
>>> Berburu Gelas Son Heung-min Langka di McDonalds Meksiko
sambil mempraktikkan peregangan dasar dan tendangan depan di atas matras yang digelar di depan paviliun tradisional Korea.
Beberapa peserta mengenakan sepatu kets dan celana pendek, berusaha meniru gerakan instruktur sabuk hitam, sementara yang lain tertawa saat berusaha menjaga keseimbangan.
Program Gratis Sejak 2007
Kelas ini diawali dengan pertunjukan taekwondo selama 30 menit yang menampilkan pemecahan papan kayu, tarian tradisional, dan koreografi ala K-pop.
Setelah itu, para pemain mempersilakan pengunjung naik ke matras untuk mencoba sendiri gerakan-gerakan tersebut.
Vince Ward, turis asal Kansas City, Amerika Serikat, yang orangtuanya sedang berkunjung, mengatakan ia langsung mendaftar begitu melihat program itu diiklankan.
"Kami pikir ini kesempatan bagus bagi mereka untuk melihat dan belajar lebih banyak tentang budaya Korea," ujarnya.
Program pertunjukan dan pengalaman taekwondo gratis ini merupakan inisiatif biro pariwisata Pemerintah Metropolitan Seoul yang diluncurkan pada 2007.
Tujuannya memberi pengunjung asing kesempatan mengenal budaya Korea melalui pertunjukan akhir pekan rutin dan kelas kelompok kecil.
Tahun ini, program berlangsung dari 3 Mei hingga 19 Oktober, dengan pertunjukan setiap Sabtu dan Minggu pukul 14.00 dan 16.00.
Bulan Juli dan Agustus dikecualikan karena cuaca panas.
>>> Festival Musik Jalanan Prancis Fête de la Musique Kembali ke Seoul
Pejabat setempat mengatakan jumlah penonton melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir seiring kembalinya pariwisata pascapandemi ke ibu kota.