Iran akan segera mengambil langkah untuk membuka kembali Selat Hormuz setelah kesepakatan sementara dengan Amerika Serikat ditandatangani. Berdasarkan dokumen yang bocor, Iran juga diizinkan menjual minyak tanpa batasan.
Kesepakatan yang akan ditandatangani di Swiss pada Jumat ini juga mencakup bantuan rekonstruksi minimal $300 miliar untuk Iran.
>>> Trump Berkomitmen Bantu Kemajuan Isu Semenanjung Korea
AS berjanji mengakhiri semua sanksi Amerika dan PBB jika kesepakatan final mengenai program nuklir Iran tercapai.
Konsesi Besar bagi Iran
Kesepakatan ini memberikan konsesi besar kepada Iran, termasuk penjualan minyak bebas dan penghentian sanksi secara bertahap.
Hal ini melampaui kesepakatan nuklir 2015 yang ditinggalkan Trump pada masa jabatan pertamanya.
AS dan Israel memulai perang pada 28 Februari untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
Namun, kesepakatan sementara ini menghentikan perang tanpa mencapai tujuan tersebut dan membuka negosiasi nuklir selama dua bulan.
Dampak Global dan Kontroversi
Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi kemenangan besar bagi ekonomi global.
>>> IEA Prediksi Surplus Minyak Besar pada 2027 Setelah Pemulihan Hormuz
Selat ini merupakan jalur penting bagi minyak dan gas alam dunia, dan penutupannya telah menyebabkan krisis energi bersejarah.
Kesepakatan ini diperkirakan akan menuai kritik keras di Washington. Bagi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, ini merupakan kemunduran besar karena ia mendapat tekanan di dalam negeri.
Presiden AS Donald Trump memuji kesepakatan tersebut, namun juga membuka kemungkinan untuk meninggalkannya.
"Ini adalah nota kesepahaman, jika saya tidak suka, kami akan kembali menembaki mereka," kata Trump di Prancis.
Kesepakatan juga mencakup penghentian pertempuran di Lebanon antara Israel dan milisi Hizbullah yang didukung Iran. Namun, dokumen yang bocor tidak menyebutkan penarikan pasukan Israel dari Lebanon.
Beberapa pejabat yang mengetahui isi kesepakatan mengatakan versi yang dipublikasikan oleh Al Arabiya dan Bloomberg sebagian besar sesuai dengan dokumen final.
>>> Dolar Menguat Jelang Pertemuan Perdana Ketua Fed Kevin Warsh
Gedung Putih belum mempublikasikan ketentuan resmi.
