Dolar AS bergerak naik tipis terhadap sebagian besar mata uang utama pada Rabu (17/6/2026) menjelang keputusan kebijakan moneter pertama Federal Reserve di bawah kepemimpinan Ketua Kevin Warsh.
Para pelaku pasar bersikap hati-hati dan enggan mengambil posisi besar menjelang pengumuman suku bunga yang dijadwalkan malam nanti.
>>> Zelenskyy: G7 Berkomitmen Berikan Bantuan Vital untuk Ukraina
Euro melemah 0,16 persen ke level $1,1591, sementara poundsterling turun 0,15 persen menjadi $1,340.
Penguatan dolar juga didorong oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut nota kesepahaman dengan Iran belum final dan ia bisa melanjutkan kampanye pengeboman jika tidak puas.
The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan perdana Warsh.
>>> Trump Ancam Kembali Bombardir Iran Jika Tak 'Bersikap Baik'
Namun, pernyataan resmi, proyeksi ekonomi, dan konferensi pers akan disorot untuk mencari sinyal apakah bank sentral akan meninggalkan sikap akomodatifnya.
Para pejabat Fed dinilai semakin hawkish terhadap risiko inflasi.
"Banyak bank sentral yang mengadakan pertemuan bulan ini, tetapi ini yang mendominasi perhatian," ujar Jane Foley, kepala strategi FX di Rabobank.
>>> Apakah Trump Berhasil Mencapai Tujuannya dalam Perang dengan Iran?
Pasar menanti petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS ke depan, terutama terkait laju penurunan suku bunga atau potensi kenaikan di masa mendatang.