Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran. Ia mengatakan bahwa kesepakatan sementara yang telah dicapai belum bersifat final.
Pernyataan itu disampaikan Trump di sela-sela KTT G7 di Prancis pada Rabu (17/6/2026).
>>> Apakah Trump Berhasil Mencapai Tujuannya dalam Perang dengan Iran?
Ia menegaskan bahwa jika Iran tidak 'bersikap baik', maka AS akan kembali melancarkan serangan bom.
"Ini adalah nota kesepahaman. Jika saya tidak menyukainya, kami akan kembali menembaki mereka, menjatuhkan bom di kepala mereka.
Jika saya tidak menyukainya, jika mereka tidak bersikap baik, kami akan langsung kembali menjatuhkan bom tepat di tengah kepala mereka, oke?"
ujar Trump.
>>> Pemerintah Targetkan Peluncuran Perlinsos Digital pada Oktober 2026
Trump juga menjelaskan bahwa nota kesepahaman dengan Iran tidak mencakup keringanan sanksi langsung. Meski demikian, ia memuji kerangka kerja yang telah dinegosiasikan oleh pemerintahannya.
"Itu adalah kesepakatan yang sangat kuat. Tidak ada yang tahu apa isinya, tapi sangat kuat, dan kebanyakan orang tampak sangat senang," kata Trump.
Ia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut akan menjadi berkah bagi pasar.
"Tidak ada yang lebih pintar dari pasar, dan pasar menyukainya lebih dari apa pun yang pernah saya lihat," ujarnya.
>>> AS Izinkan Iran Jual Minyak Segera Setelah Teken Kesepakatan
Trump juga memperingatkan bahwa alternatif dari kesepakatan ini adalah depresi global. Ancaman ini muncul di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara AS dan Iran.
