Negara-negara G7 Eropa dan Amerika Serikat akan memberikan lisensi kepada perusahaan-perusahaan di Ukraina untuk memproduksi rudal jarak jauh dan sistem pertahanan udara.
Keputusan ini diumumkan oleh sumber diplomatik pada Rabu (18/6) dan dikonfirmasi oleh Kanselir Jerman Friedrich Merz.
>>> Iran Buka Selat Hormuz dan Jual Minyak Bebas Berdasarkan Kesepakatan dengan AS
Pengumuman tersebut disampaikan dalam pertemuan tiga hari para pemimpin G7 di Evian, Prancis.
Para pemimpin negara anggota berkomitmen untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia guna mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun di Ukraina.
"Kami akan memproduksi di bawah lisensi tidak hanya sistem pertahanan udara, tetapi juga kemampuan serangan jarak dalam," kata sumber diplomatik tersebut.
Merz membenarkan keputusan itu dan mengatakan bahwa saat ini semua negara memproduksi terlalu sedikit.
Ia menambahkan bahwa hal ini dapat diimbangi dengan memberikan lisensi kepada perusahaan yang memiliki kapasitas produksi, termasuk perusahaan Eropa dan Ukraina.
>>> Iran Buka Selat Hormuz dan Jual Minyak Bebas Berdasarkan Kesepakatan dengan AS
Perusahaan-perusahaan AS, khususnya, akan dapat memberikan lisensi untuk tujuan ini kepada produsen Eropa. Merz menyatakan rasa terima kasihnya kepada Presiden AS Donald Trump atas kesediaannya untuk bekerja sama.
Keputusan ini mengikuti pernyataan G7 yang berjanji untuk meningkatkan pengiriman kapasitas pertahanan udara, sistem tambahan, dan kemampuan jarak jauh ke Kyiv.
Mereka juga akan mempertimbangkan lisensi untuk meningkatkan produksi militer dalam negeri Ukraina.
Ukraina, yang menghadapi serangan udara besar-besaran Rusia dan kekurangan amunisi pertahanan udara, sangat bergantung pada sekutu Baratnya.
Perang di Timur Tengah telah memperburuk kekurangan amunisi pertahanan udara yang dihadapi Ukraina sejak awal perang.
>>> Trump Berkomitmen Bantu Kemajuan Isu Semenanjung Korea
Sebuah kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri konflik dijadwalkan akan ditandatangani pada Jumat di Swiss.