Suasana pasar era Dinasti Joseon (1392-1910) kembali hadir di pusat Seoul akhir pekan ini.
Museum Sejarah Seoul menggelar festival kerajinan tradisional "Seoyeokbak Marketplace" mulai Jumat hingga Minggu.
>>> Seoul Buka 6 Kolam Renang dan Taman Air di Tepi Sungai Han untuk Musim Panas
Festival ini menghadirkan 92 merek tradisional dan menjadi salah satu acara luar ruangan bertema budaya terbesar di kota.
Acara ini diselenggarakan bekerja sama dengan perusahaan perencana sosial Project Question.
Festival ini menghidupkan kembali pasar tradisional Joseon untuk pengunjung modern.
Pengunjung dapat menikmati kerajinan tangan, pakaian tradisional, makanan, dan budaya pedagang dalam satu tempat.
Acara ini menampilkan dua "yukuijeon" (enam barang yang dijual eksklusif di toko kerajaan), 27 kios pasar berlisensi, empat kedai minuman, tiga desa pengrajin, 46 pedagang kaki lima, dan 10 kelompok pedagang keliling.
Pengunjung dapat melihat produk buatan tangan, mencicipi makanan tradisional, dan menjelajahi pameran yang menciptakan suasana pasar bersejarah.
>>> Korea Rebrand sebagai Destinasi Akhir Pekan untuk Tarik Wisatawan China
Acara Spesial dan Virtual Ambassador
Acara khusus terkait pameran museum "This Is Hanseongbu" juga dijadwalkan pada Sabtu.
Pukul 14.00, museum akan mengadakan acara khusus untuk pelanggan media sosial dengan menampilkan duta virtualnya, Hyangachi.
Pengikut dapat berkumpul di depan layar "Irworobongdo" (Matahari, Bulan, dan Lima Puncak) dekat ruang pameran khusus untuk bertemu Hyangachi dan mendapatkan hadiah eksklusif.
Program ini bertujuan mendorong pengikut online mengunjungi museum secara langsung dan memperkuat interaksi antara audiens digital dan pengunjung museum.
Hyangachi dan Seoyeokbak Teacher Hong, tokoh lain di saluran media sosial museum, akan membagikan hadiah peringatan kepada 100 pengunjung yang mendaftar terlebih dahulu.
Zona foto dengan standee seukuran aslinya juga tersedia untuk foto peringatan selama festival.
>>> Seoul Music Awards ke-35 Digelar di Incheon, Siarkan ke 150 Negara
"Kami berharap festival ini menjadi kesempatan bagi warga untuk menemukan kekayaan budaya tradisional Korea dan museum semakin memantapkan diri sebagai ruang budaya terbuka untuk semua generasi," kata juru bicara museum.