Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS telah mengizinkan lebih dari belasan kapal melintas ke pelabuhan Iran.
Langkah ini merupakan pencabutan blokade sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang.
>>> Vance: Periode 60 Hari dalam Kesepakatan Iran Dimulai Kamis
Pernyataan itu disampaikan Vance dalam jumpa pers di Gedung Putih pada Kamis. Ia mengatakan lebih banyak minyak kini mengalir melalui Selat Hormuz.
Vance menyebut lebih dari 12,5 juta barel minyak melintasi jalur pelayaran tersebut pada Rabu malam. "Kami juga menghormati bagian awal kesepakatan dari sisi militer," ujarnya.
Ia mengecilkan kritik bahwa kesepakatan itu lebih menguntungkan Iran.
Dalam pernyataan yang tidak biasa, Vance memperingatkan para kritikus AS di Israel agar tidak "menyerang satu-satunya sekutu kuat yang tersisa."
Vance mengecam anggota pemerintah Israel dan memperingatkan bahwa "Donald J. Trump adalah satu-satunya kepala negara di seluruh dunia yang bersimpati kepada negara Israel saat ini."
Vance mengatakan ia berencana bepergian ke Swiss untuk pembicaraan mengenai kesepakatan Iran, namun belum tahu kapan hal itu akan terjadi.
Ia sebelumnya diharapkan memimpin pembicaraan implementasi kesepakatan dengan Iran.
Kesepakatan itu bertujuan mengurangi stok uranium yang diperkaya tinggi dan membuka kembali lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz.
Pada Selasa, dua kapal tanker minyak meninggalkan Iran dan melintasi blokade militer AS tanpa dihentikan.
Sebuah situs pelacak pengiriman mengatakan kapal-kapal itu membawa total 3,8 juta barel minyak mentah Iran.
Sementara itu, media pemerintah Iran mengatakan pengiriman telah "normal" di pelabuhan selatan Iran.
Namun, Selat Hormuz tetap diawasi dan di bawah kendali militer Iran. Transit melalui jalur air vital itu masih memerlukan koordinasi.