Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, secara resmi mendukung negosiasi langsung dengan Amerika Serikat. Pernyataan itu dibacakan melalui media pemerintah pada Kamis malam.
“Sudah jelas bahwa negosiasi tatap muka yang akan diadakan di masa depan tidak berarti menerima pendapat musuh,” ujar Khamenei.
>>> Korea dan Meksiko Berebut Tiket ke Babak Gugur Piala Dunia
Ini adalah reaksi pertamanya terhadap kesepakatan gencatan senjata yang baru saja dicapai antara Iran dan AS.
Khamenei belum terlihat di depan umum sejak terluka dalam serangan di awal perang.
AS Mulai Mencabut Blokade
Wakil Presiden AS, JD Vance, mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS telah mengizinkan lebih dari selusin kapal melewati blokade menuju pelabuhan Iran.
Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Vance menyatakan bahwa lebih dari 12,5 juta barel minyak telah melewati Selat Hormuz pada Rabu malam.
“Kami juga menghormati bagian awal dari kesepakatan di sisi militer,” katanya dalam konferensi pers di Gedung Putih.
Ia mengecam kritik yang menyebut kesepakatan itu lebih menguntungkan Iran. Vance juga memperingatkan kritikus AS di Israel agar tidak “menyerang satu-satunya sekutu kuat yang tersisa.”
Vance berencana bepergian ke Swiss untuk pembicaraan mengenai kesepakatan Iran, namun jadwal pastinya belum ditentukan.
Lalu Lintas Minyak Mulai Normal
Pada Selasa, dua kapal tanker minyak meninggalkan Iran dan melintasi blokade militer AS tanpa dihentikan. Kapal tersebut membawa total 3,8 juta barel minyak mentah Iran.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa pengiriman di pelabuhan selatan telah “normal,” namun Selat Hormuz masih diawasi militer Iran dan transit memerlukan koordinasi.