Sutradara Divine Sung memulai debut fiturnya dengan 'Summer's Camera', sebuah film yang mengeksplorasi persimpangan antara romansa remaja dan duka keluarga.
Film ini menyentuh hubungan manusia yang kompleks melalui lensa lembut, berfokus pada bagaimana kenangan dapat menyebabkan kesedihan tetapi juga membantu seseorang bertumbuh.
>>> Alasan Richard Lee Mohon Jadi Tahanan Kota di Kasus Kesehatan
Kisah berpusat pada seorang siswi SMA bernama Summer (Kim Si-a), yang berhenti memotret setelah ayahnya meninggal.
Ia selalu membawa kamera film lama milik ayahnya di dalam tas, tetapi tidak sanggup memotret empat bingkai terakhir yang tersisa di gulungan film.
Dunia beku Summer mulai berubah saat hari musim panas yang hangat di sekolah.
Ia bertemu Yeon-woo (Yu Ga-eun), pemain bintang tim sepak bola sekolah, dan langsung merasakan ketertarikan.
Dorongan ini memotivasinya untuk kembali memotret, mengabadikan keseharian Yeon-woo.
Cerita berbelok saat Summer menemukan foto-foto lama seorang pria bernama Maru (Kwak Min-gyu) di gulungan film tersebut.
Melalui foto-foto itu, Summer mengungkap rahasia besar — ayahnya memiliki kekasih laki-laki saat SMA.
Bingung mengapa ayahnya menikahi ibunya sambil menyembunyikan perasaan itu, Summer memutuskan mencari kebenaran.
Ia diam-diam menemui Maru, yang kini bekerja sebagai tukang cukur.
Alih-alih mengungkapkan kebenaran kepada ibunya yang sedang berduka, Summer menyimpan rahasia itu sendiri.
Ia membangun persahabatan tenang dengan Maru, yang menjadi mentornya dan membantunya memahami masa lalu sang ayah.
>>> Mandra Pantau Kondisi Bolot Lewat Komunikasi dengan Anak
Kekuatan 'Summer's Camera' terletak pada struktur paralelnya yang menenangkan.
Perasaan Summer terhadap Yeon-woo mencerminkan romansa masa lalu antara ayahnya dan Maru, menunjukkan cinta muda lintas generasi.
Meskipun premis tentang ayah yang memiliki masa lalu tersembunyi bisa terasa berat, sutradara memperlakukan subjek sensitif ini dengan sentuhan sinematik yang lembut.
