Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menunda perjalanannya ke Swiss yang sedianya akan memimpin putaran baru negosiasi dengan Iran mengenai program nuklirnya.
Gedung Putih mengumumkan penundaan tersebut pada Kamis malam, dengan alasan logistik yang sulit untuk negosiasi.
>>> Pelatih Korea Minta Pemain Tetap Tegar Usai Kalah dari Meksiko
Keputusan ini muncul setelah laporan Al-Mayadeen, saluran satelit pan-Arab yang beraliansi politik dengan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran, bahwa Iran menunda pengiriman delegasinya ke Swiss karena kampanye militer Israel yang sedang berlangsung di Lebanon.
Vance Pertahankan Kesepakatan Awal
Vance, yang awalnya skeptis terhadap perang dengan Iran, kini menjadi wajah konflik pemerintahan dan vokal membela kesepakatan.
Sebelumnya, ia tampil di Gedung Putih untuk membela perpanjangan gencatan senjata 60 hari yang memungkinkan negosiasi lebih lanjut.
"Saat mereka meningkatkan perilaku baik, kami dapat meningkatkan bantuan ekonomi," kata Vance. "Jika mereka menurunkan perilaku baik, kami dapat mematikannya."
Namun, Vance juga mengatakan bahwa ia tidak yakin dengan waktu perjalanannya ke Swiss dan pembicaraan mungkin tidak dimulai minggu ini.
Kesepakatan Dikritik
Kesepakatan sementara ini menuai kritik tajam dari beberapa pihak di AS, termasuk beberapa anggota Kongres Partai Republik yang khawatir Washington terlalu banyak memberi konsesi kepada Iran berupa keringanan sanksi dan potensi dana rekonstruksi sebesar $300 miliar.
Sebelumnya, utusan utama pemerintahan Trump memberi pengarahan kepada anggota Kongres bahwa Iran akan mengundang Badan Pengawas Nuklir PBB untuk memeriksa situs nuklirnya.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, tampaknya mendukung negosiasi langsung untuk para pejabatnya.
"Jelas bahwa negosiasi tatap muka yang akan diadakan di masa depan tidak berarti menerima pendapat musuh," katanya dalam pernyataan yang dibacakan oleh media pemerintah.