Aktris Han Ga-in menjadi warga sipil pertama yang mengunjungi bagian Gunung Bugak yang telah tertutup untuk umum selama lebih dari 600 tahun, sejak era Dinasti Joseon.
Dalam video terbaru di kanal YouTube-nya, Han bersama seorang petugas Dinas Keamanan Kepresidenan menjelajahi jalur di Gunung Bugak, gunung yang berada di belakang Cheong Wa Dae.
>>> Korea Manfaatkan Kerajinan Tradisional untuk Dorong Pariwisata Daerah
Video berjudul "Akses Pertama: Han Ga-in Masuk ke Area Tersembunyi di Belakang Cheong Wa Dae yang Bahkan Presiden Tak Bisa Kunjungi" itu diunggah pada Rabu.
Petugas keamanan menjelaskan bahwa area tersebut belum pernah dibuka untuk warga sipil selama lebih dari 600 tahun. "Gunung Bugak seperti DMZ perkotaan.
Tempat yang kami kunjungi hari ini belum pernah dibuka untuk umum sejak Dinasti Joseon hingga sekarang," ujarnya.
Han mengungkapkan kegembiraannya. "Ini luar biasa.
Kami yang pertama mengungkapnya," katanya.
Ketika diberi tahu bahwa ia adalah warga biasa pertama yang menginjakkan kaki di area tersebut, Han menjawab, "Sungguh?
Suatu kehormatan. Setelah 600 tahun.
>>> Korea Selatan Luncurkan Pop-Up Store untuk Promosikan Festival Daerah
Apakah karena alasan keamanan?"
Petugas keamanan menjelaskan bahwa Gunung Bugak memiliki kepentingan militer strategis karena berada di belakang Istana Gyeongbok dan menghadap kompleks kepresidenan.
"Area yang akan kami kunjungi berada di lereng barat laut gunung, di mana Anda bisa melihat ke bawah ke Cheong Wa Dae," katanya.
Ia juga mencatat bahwa medannya terjal dan berbatu, sehingga tidak dapat diakses meskipun dibuka untuk umum.
Han meyakinkan pemirsa bahwa jalan setapak kayu sedang dibangun untuk memudahkan akses dan jalur tersebut dijadwalkan dibuka untuk umum pada akhir Agustus.
Saat mereka melanjutkan pendakian, alarm keamanan tiba-tiba berbunyi di dekat Changuimun. Han bertanya, "Ya ampun, apakah alarm berbunyi jika seseorang mendekati area itu?"
Petugas keamanan menjelaskan bahwa Changuimun adalah harta budaya yang ditetapkan, salah satu dari empat gerbang kecil Tembok Kota Seoul, dan berfungsi sebagai gerbang barat laut yang melindungi ibu kota.
>>> Korea Gaet Ikon J-Pop untuk Tarik Wisatawan Jepang Pemula
Gerbang itu digunakan oleh pasukan pemberontak selama kudeta 1623 yang menempatkan Raja Injo di atas takhta, dan juga merupakan rute yang diambil oleh komando Korea Utara Kim Shin-jo dan tim penyusupnya selama upaya mereka menyerang Cheong Wa Dae pada tahun 1968.