Ratusan pendukung Cockroach Janta Party (CJP) menggelar aksi protes di dekat Parlemen New Delhi pada Sabtu (21/6).
Mereka membenturkan piring baja dengan sendok sambil menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan.
>>> Trump Kembali Serang Meloni, PM Italia Sebut Serangan Tak Beralasan
Aksi ini dipicu oleh dugaan ketidakberesan dalam penyelenggaraan ujian dan kebocoran soal yang berulang.
Para pengunjuk rasa membawa plakat dan berteriak, sementara polisi menerjunkan kamera serta drone untuk memantau jalannya demonstrasi.
Suara benturan piring baja menyatu dengan teriakan massa.
Aksi tersebut tampaknya menyindir seruan Perdana Menteri Narendra Modi pada 2020 yang meminta warga membunyikan alat dapur sebagai dukungan bagi petugas kesehatan saat pandemi COVID-19.
Kebocoran Soal Ujian Nasional
Kebocoran soal ujian program medis nasional terjadi bulan lalu melalui aplikasi Telegram. Pemerintah kemudian menunda ujian dan melarang sementara Telegram di India.
Ujian dijadwalkan ulang pada Minggu (22/6).
Pemerintah menyatakan kebocoran masih dalam penyelidikan. Seorang mahasiswa bernama Vicky Kumar mengungkapkan kemarahannya.
"Kami belajar dalam kemiskinan, hidup dalam kemiskinan 24 jam sehari, bertahun-tahun, lalu soal ujian kami bocor. Apakah saya tidak akan marah?"
>>> AS dan Iran Akan Berunding di Swiss, Teheran Tutup Selat Hormuz Lagi
ujarnya.
Gerakan yang Lahir dari Hinaan
Gerakan CJP bermula pada Mei setelah Hakim Mahkamah Agung Surya Kant menyebut sebagian pemuda pengangguran sebagai "kecoak".
Pernyataan itu memicu kemarahan, namun para pendukung justru mengadopsi istilah tersebut sebagai simbol ketahanan.
Sejak itu, CJP mengumpulkan lebih dari 22 juta pengikut di Instagram. Pesan gerakan meluas mencakup pengangguran, biaya hidup yang meningkat, dan akuntabilitas pemerintah.
Pendiri CJP, Abhijeet Dipke, seorang mahasiswa Boston University, mendorong pendukungnya membawa piring dan sendok. "Ada virus bernama Dharmendra Pradhan yang harus disingkirkan," katanya kepada massa.
Ia menambahkan bahwa CJP terbuka untuk berdialog jika Pradhan mundur.
Seorang pendukung, Deepak Kumar, menyatakan aksi ini baru awal. "Jika Dharmendra Pradhan tidak mundur atau tidak ada tindakan, protes tidak akan berhenti di sini."
CJP dikenal memadukan humor yang merendahkan diri dengan kritik politik. Para pendukung bercanda menyebut diri mereka pengangguran dan kecanduan internet.
>>> Iran Tutup Selat Hormuz, Negosiasi dengan AS Dimulai Minggu
Video serta meme yang mengejek pengangguran, korupsi, dan disfungsi politik telah ditonton jutaan kali.
