>>> Vance Bertemu Pejabat Iran di Swiss, Trump Ancam dari Jauh
Kesepakatan itu juga menyerukan Iran untuk mengencerkan stok uranium yang diperkaya tinggi, yang diyakini terkubur di bawah situs nuklir yang menjadi sasaran serangan AS setahun lalu.
Namun, Pezeshkian menyatakan bahwa Iran tidak akan pernah mundur dari hak untuk memperkaya uranium, dan pihak lain juga dipaksa menerimanya.
Trump dalam wawancara dengan Fox News memperingatkan presiden Iran untuk berhati-hati dengan ucapannya dan mengancam akan mengambil alih Iran.
Kontroversi Seputar Kesepakatan
Kesepakatan itu menuai banyak kontroversi, dengan kritik keras dari bagian partai Trump sendiri yang menyamakannya dengan perjanjian nuklir era Obama.
Vance mengatakan dia akan berada di Swiss selama "satu atau dua hari," meninggalkan sebagian besar negosiasi rinci untuk dipimpin oleh Witkoff dan Kushner.
Perannya dalam pembicaraan meningkatkan pengawasan di saat dia mempertimbangkan kampanye presiden 2028.
Kesepakatan baru mengatakan kapal komersial dapat melewati Selat Hormuz selama 60 hari tanpa biaya, tetapi tidak mengecualikan biaya masa depan yang dikenakan oleh Iran.
Trump membuat ancamannya sendiri pada hari Sabtu untuk mengenakan tol AS jika tidak ada kesepakatan dengan Iran dalam 60 hari, dengan bersikeras bahwa uang itu untuk "layanan yang diberikan sebagai Malaikat Pelindung bagi negara-negara Timur Tengah."
>>> Wakil Presiden AS Vance Bertemu Pejabat Tinggi Iran di Swiss
Pasar diperkirakan akan memantau perkembangan pembicaraan dengan cermat saat dibuka pada Minggu malam.