Otoritas warisan budaya Korea dan UNESCO menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Paris pada Jumat lalu, menjelang penyelenggaraan sidang ke-48 Komite Warisan Dunia UNESCO di Busan.
Ini akan menjadi pertama kalinya Korea menjadi tuan rumah pertemuan tahunan tersebut.
>>> Korea National Park Service Gelar Tur Ekowisata Tematik Musim Panas
MoU ditandatangani di markas UNESCO oleh Administrator Layanan Warisan Korea (KHS) Min Huh, Asisten Direktur Jenderal UNESCO untuk Kebudayaan Nayef H. Al-Fayez, Duta Besar Korea untuk UNESCO Kim Ji-hee, dan Direktur Pusat Warisan Dunia UNESCO Lazare Eloundou Assomo.
Perjanjian tersebut mencakup pengaturan operasional untuk sidang, termasuk protokol keamanan, kesehatan, dan perlindungan data pribadi.
Sidang ke-48 dijadwalkan berlangsung pada 19-29 Juli di BEXCO, pusat konvensi di kota pelabuhan Busan, Korea Selatan.
Acara ini diperkirakan akan dihadiri sekitar 3.000 delegasi dari 196 negara pihak dalam Konvensi Warisan Dunia.
>>> Setelah K-Pop dan K-Drama, Kini Giliran K-Buku Jadi Ekspor Andalan Korea
Komite Warisan Dunia merupakan badan pengatur utama di bawah Konvensi Warisan Dunia 1972 yang bertemu setiap tahun untuk menetapkan situs baru dalam Daftar Warisan Dunia dan meninjau status konservasi situs yang sudah ada.
Pada sidang tahun ini, komite akan memeriksa 30 nominasi untuk ditetapkan sebagai warisan dunia.
“Kami akan bekerja sama erat dengan UNESCO agar sidang ke-48, yang pertama kali diadakan di Korea, menjadi festival di mana pengunjung dari seluruh dunia dapat menikmati daya tarik warisan dan budaya Korea,” kata Administrator KHS Min Huh.
>>> Jam Makan Siang di Seoul Berubah: Kantor Kini Beralih ke Sleep Cafe
Al-Fayez menyampaikan terima kasih kepada Korea atas kesediaannya menjadi tuan rumah dan berjanji untuk bekerja sama penuh demi kesuksesan acara tersebut.