unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda Lifestyle Setelah K-Pop dan K-Drama, Kini Giliran K-Buku Jadi Ekspor Andalan Korea

Setelah K-Pop dan K-Drama, Kini Giliran K-Buku Jadi Ekspor Andalan Korea

Setelah K-Pop dan K-Drama, Kini Giliran K-Buku Jadi Ekspor Andalan Korea
Ilustrasi: Setelah K-Pop dan K-Drama, Kini Giliran K-Buku Jadi Ekspor Andalan Korea
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Korea Selatan telah menguasai gelombang udara global dengan musik popnya dan mendominasi layar televisi dengan drama-drama mulusnya.

Kini, Seoul melakukan dorongan paling agresif untuk memastikan gelombang Hallyu berikutnya dimulai dari halaman cetak.

>>> Jam Makan Siang di Seoul Berubah: Kantor Kini Beralih ke Sleep Cafe

alt top

Penerbit dan eksekutif media dari 31 negara berkumpul di Lotte Hotel World, Seoul, pada Senin (22/6) untuk pembukaan Pasar Hak Cipta K-Buku 2026.

Acara tiga hari yang kini memasuki tahun kedelapan ini telah berevolusi menjadi forum bisnis-ke-bisnis utama Korea untuk hak sastra.

Acara ini menjadi jalur vital untuk memperluas jejak internasional buku dan kekayaan intelektual Korea.

alt mid

Diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata bersama Badan Promosi Industri Penerbitan Korea, tahun ini pasar mempertemukan 100 perusahaan domestik dengan 100 pembeli luar negeri untuk sekitar 1.850 konsultasi tatap muka.

Raksasa Penerbitan Global Hadir

Taruhannya semakin tinggi.

Raksasa industri seperti Penguin Random House, HarperCollins, dan Hachette hadir, bersama pendatang baru dari pasar berkembang seperti Guatemala, Republik Ceko, dan Lebanon.

Untuk memperlancar negosiasi bernilai tinggi, penyelenggara telah mengalihkan pengarahan awal ke sesi online pada musim semi lalu.

>>> 11 Tur Jalan Kaki Jelajahi Pusat Bersejarah Seoul

Mereka juga menerjunkan tim penerjemah di lokasi agar editor dapat fokus pada penutupan kesepakatan.

Definisi Buku yang Bergeser

Namun, narasi sebenarnya dari pasar tahun ini terletak pada bagaimana definisi "buku" sedang berubah.

Peserta minggu ini tidak hanya mencakup penerbit tradisional, tetapi juga penyiar, raksasa streaming, dan sindikat webtoon.

Mereka semua berburu alam narasi berikutnya yang dapat disilangkan ke dalam drama televisi, film, atau komik digital.

Konvergensi ini menggarisbawahi realitas yang lebih luas: dalam ekonomi hiburan modern, novel yang sukses bukan lagi sekadar benda fisik di rak, melainkan kekayaan intelektual dasar untuk waralaba multimedia.

"Profil internasional K-Buku terus tumbuh," kata Kim Jae-hyun, direktur jenderal Kantor Industri Media Budaya kementerian.

>>> Mengapa Orang Korea Berbondong-bondong Curhat ke Nenek TV yang Blak-blakan

"Kami berharap acara ini menghasilkan hasil ekspor yang nyata dan meluas ke berbagai industri konten, termasuk film dan televisi."

alt under
E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
alt mid
📰 Update Terbaru