unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Socks dengan Flip-Flops: Tren Fashion Baru Anak Muda Korea

Socks dengan Flip-Flops: Tren Fashion Baru Anak Muda Korea

Socks dengan Flip-Flops: Tren Fashion Baru Anak Muda Korea
Socks dengan Flip-Flops: Tren Fashion Baru Anak Muda Korea
A A Ukuran Teks16px

Meskipun cuaca panas menyengat, kaus kaki terbuka yang dirancang untuk flip-flops muncul sebagai item fashion yang tak terduga.

Flip-flops biasanya dikenakan tanpa alas kaki, tetapi gaya yang melanggar konvensi ini kini menarik perhatian sebagai tren baru.

>>> Keripik Nasi Rasa Kimchi dan Mentega Kecap Jadi Oleh-Oleh Baru Seoul

Gaya ini sering dipasarkan sebagai open-toe atau toeless socks. Desainnya membiarkan jari-jari kaki terbuka sambil menutupi punggung kaki.

Tersedia dalam bahan katun, rajutan, dan renda, dengan desain mulai dari model rendah, setinggi pergelangan kaki, hingga versi split-toe yang menyerupai tabi Jepang tradisional.

Kaus kaki ini awalnya muncul karena alasan praktis. Tali flip-flops dapat menggesek punggung kaki saat dipakai tanpa alas kaki, dan kain membantu mencegah lecet.

Perubahan sikap terhadap pemakaian kaus kaki dengan sandal juga membantu gaya ini diterima. Kombinasi yang dulu dianggap sebagai 'bencana fashion' kini menjadi pernyataan mode yang disengaja.

Kaus kaki ini membuat pedikur tetap terlihat sambil menambahkan warna dan tekstur di sekitar punggung kaki.

>>> 19 Tahun Incheon Mengubah Stepa Mongolia dari Gurun menjadi Hutan

Penampilan di runway juga meningkatkan profilnya, dengan merek mewah Miu Miu menampilkan gaya ini tahun lalu, serta Lemaire dan Paloma Wool menyusul tahun ini.

Tren ini juga menginspirasi tutorial DIY di media sosial.

Beberapa pengguna memotong bagian jari kaki dari kaus kaki lama, sementara yang lain merajut pasangan khusus dari awal.

Gaya ini cocok dengan tren personalisasi yang lebih luas di kalangan Milenial dan Gen Z di Korea, mengikuti tren terbaru seperti menghias sepatu dan tas dengan aksesori kecil.

>>> Industri Kecantikan Korea Siap Melaju di Seoul Beauty Week 2026

"Belakangan ini, orang semakin mengejar 'tren kecil' yang membantu mereka membedakan diri, daripada mengikuti tren yang sudah terlalu besar atau mainstream," kata Park Moon-soo, asisten profesor di Departemen Seni & Desain Mode di Universitas Cheongju.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot