>>> Sepuluh Tahun Brexit, Politik Inggris Masih Berantakan
Reaksi dan Tindakan
Dalam sebuah video yang diunggah secara daring, siswa yang bersembunyi di bawah meja di dalam kelas yang terkunci terdengar berteriak dan menangis saat suara tembakan terdengar dari luar.
Beberapa di antaranya menelepon ibu mereka. Video lain menunjukkan siswa yang ketakutan berhamburan keluar dari kampus sekolah, beberapa saling berpelukan.
Salah satu tersangka ditangkap di sekolah setelah serangan, sementara yang kedua melarikan diri dan bersembunyi di sebuah rumah di dekatnya.
Ia ditemukan oleh polisi setelah mendapat laporan dari warga.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas penembakan tersebut dan meminta aparat penegak hukum untuk meningkatkan keamanan di semua sekolah, tempat kerja, dan area publik, kata Wakil Menteri Komunikasi Claire Castro.
"Presiden sangat sedih dengan kejadian ini. Siapa pun, terutama orang tua korban, akan merasa sedih dan ketakutan," ujar Castro.
Para tersangka akan diserahkan kepada petugas kesejahteraan pemerintah setelah penyelidikan karena mereka masih di bawah umur.
Tersangka berusia 14 tahun akan dibebaskan dari tuntutan pidana berdasarkan undang-undang Filipina tahun 2006, yang menetapkan usia minimum 15 tahun bagi anak di bawah umur untuk dapat dimintai pertanggungjawaban pidana, dan hanya jika pihak berwenang menentukan bahwa tersangka benar-benar sadar akan kejahatan yang dilakukan dan konsekuensinya.
Kepolisian nasional telah mendesak masyarakat untuk tetap tenang dan bekerja sama dengan pihak berwenang dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan.
Kejahatan yang melibatkan penggunaan senjata api lazim terjadi di Filipina, sebagian karena maraknya senjata api ilegal, namun penembakan di sekolah relatif jarang terjadi.
Pada tahun 2022, seorang pria bersenjata pistol melepaskan tembakan di sebuah universitas kelas atas di kawasan metropolitan Manila menjelang upacara wisuda, menewaskan mantan walikota Filipina yang menjadi musuh bebuyutan pelaku dan dua orang lainnya.
>>> S&P 500 dan Nasdaq Terkoreksi, Saham Teknologi Besar Tertekan
Pelaku ditangkap.