unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Pejabat AS Sebut Kebijakan Data Lokal Korea Jadi Hambatan AI

Pejabat AS Sebut Kebijakan Data Lokal Korea Jadi Hambatan AI

Pejabat AS Sebut Kebijakan Data Lokal Korea Jadi Hambatan AI
Ilustrasi: Pejabat AS Sebut Kebijakan Data Lokal Korea Jadi Hambatan AI
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Seorang pejabat senior Amerika Serikat menyoroti kebijakan Korea Selatan yang mewajibkan isolasi fisik server pemerintah dan lokalisasi data sebagai hambatan bagi perkembangan kecerdasan buatan (AI) di negara tersebut.

Russ Headlee, pejabat senior biro ruang siber dan kebijakan digital Departemen Luar Negeri AS, menyampaikan hal ini dalam sebuah forum di Washington pada Selasa (23/6).

>>> Rubio Tegaskan Tak Ada Negara Boleh Memungut Biaya di Selat Hormuz

alt top

Ia juga memperingatkan agar tidak ada seruan kedaulatan digital yang dirancang untuk mendiskriminasi perusahaan Amerika.

"Di Korea Selatan, kemajuan pesat AI menemui hambatan, termasuk persyaratan isolasi fisik server pemerintah dan kebijakan lokalisasi data yang, dari sudut pandang kami, menimbulkan risiko signifikan bagi Korea sendiri," ujar Headlee.

Ia menambahkan bahwa kedaulatan digital seharusnya berarti kendali yang dapat diverifikasi, bukan kepemilikan fisik.

alt mid

Headlee mendorong peralihan ke regulasi modern dengan pemisahan server secara logis dan aliran data lintas batas untuk data tingkat rendah hingga menengah.

Menurutnya, langkah tersebut akan memungkinkan Korea Selatan memanfaatkan AI untuk sektor publik, terutama pertahanan siber.

Forum tersebut membahas lanskap regulasi siber Korea di era AI, topik yang telah dibahas Seoul dan Washington dalam upaya memperdalam kerja sama teknologi.

>>> Gelombang Panas Tutup Menara Eiffel dan Museum Louvre Lebih Awal

Headlee berargumen bahwa kebijakan yang lahir dari dorongan kedaulatan AI atau digital sebagian besar tidak memperkuat kepentingan keamanan nasional.

Ia menyebutkan beberapa langkah kebijakan yang dipertimbangkan atau didorong Korea Selatan, seperti persyaratan lokalisasi data yang terlalu ketat, larangan menyeluruh terhadap penyedia cloud asing, biaya penggunaan jaringan yang menargetkan platform konten, dan aturan pengadaan yang membatasi pilihan penyedia teknologi.

"Dalam banyak kasus, langkah-langkah ini tidak memperkuat keamanan nasional, keamanan ekonomi, pengawasan pemerintah, atau ekonomi domestik.

Yang mereka lakukan adalah menaikkan biaya, mengurangi persaingan, dan meningkatkan risiko keamanan," tegasnya.

Headlee memperingatkan bahwa AS tidak bisa menerima seruan kedaulatan digital yang dirancang untuk mengecualikan atau mendiskriminasi perusahaan Amerika.

Ia secara implisit mendorong Korea Selatan untuk bermitra dengan perusahaan teknologi AS, dengan mengatakan bahwa kedaulatan AI yang sebenarnya berarti memilih mitra yang memberdayakan, bukan menciptakan ketergantungan baru.

>>> Sengketa Inspeksi Nuklir Bayangi Kesepakatan AS-Iran Akhiri Perang

"Perusahaan Amerika dapat membangun infrastruktur independen berskala besar dengan rantai pasokan yang aman. Tidak ada yang melakukannya lebih baik," pungkasnya.

alt under
D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
alt mid
📰 Update Terbaru