Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa tidak ada negara yang diizinkan memungut biaya di Selat Hormuz.
Pernyataan itu disampaikan Rubio dalam konferensi pers di Abu Dhabi, Selasa (23/6).
>>> Gelombang Panas Tutup Menara Eiffel dan Museum Louvre Lebih Awal
Rubio menyebut Selat Hormuz sebagai jalur perairan internasional.
"Ini adalah jalur perairan internasional. Tidak ada negara yang diizinkan memungut tol atau biaya di jalur perairan internasional," ujar Rubio.
Ia menambahkan bahwa aturan tersebut sudah sesuai dengan hukum internasional yang berlaku di seluruh dunia.
Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa Iran akan mengenakan biaya pada kapal yang melintasi selat tersebut.
Kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran pekan lalu menyebutkan jaminan lintas kapal yang aman tanpa biaya selama 60 hari.
>>> Sengketa Inspeksi Nuklir Bayangi Kesepakatan AS-Iran Akhiri Perang
Korea Selatan dan negara-negara lain mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran.
Mereka berharap perundingan damai dapat memulihkan kebebasan dan keamanan lintas di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak, gas alam, pupuk, dan komoditas lainnya.
Saat ini, 22 kapal terkait Korea Selatan masih terperangkap di dalam selat tersebut.
>>> Masa Depan Selat Hormuz Masih Belum Pasti Meski Lalu Lintas Kapal Mulai Meningkat
Iran hampir menutup total selat itu selama perang AS-Israel melawannya.
