Tantangan terbesar adalah menemukan ruang yang tepat setiap tahun. "Ruang bukan sekadar latar, tetapi elemen utama yang menciptakan pengalaman," jelas Kim.
Selain itu, keberlanjutan finansial juga menjadi kendala karena penjualan tiket saja tidak cukup.
Kim menegaskan bahwa festival ini berhati-hati terhadap pertumbuhan kuantitatif. "Kami memilih jalan yang lebih dekat dengan esensi kami.
Pertumbuhan kualitas pada akhirnya akan membawa pertumbuhan ukuran secara alami."
Momen paling berkesan bagi Kim adalah saat Sabtu malam di Yangyang pada 2024. Di bar pantai Geukrak, Tiger Disco memutar lagu "After This Night" milik Lim Jae-beom.
"Semua orang bernyanyi bersama. Ada yang mengibarkan bendera, berbincang di dekat api unggun, atau berbaring di pantai melihat bintang.
Saat itu saya merasa, inilah yang kami inginkan."
Bagi Kim, The Grateful Camp adalah tempat di mana siapa pun bisa menjadi diri sendiri.
"Mungkin The Grateful Camp adalah tempat di mana orang bisa menunjukkan siapa mereka sebenarnya dan diterima apa adanya.
>>> iQOO Neo 11S Bocor: Dimensity 9500, RAM 16GB, Baterai 8.000mAh
Di situlah kebebasan sejati dimulai."