Di tengah maraknya festival musik di Korea yang semakin besar dan megah, The Grateful Camp memilih jalan yang berbeda.
Festival ini tidak hanya fokus pada panggung dan lineup, tetapi juga pada pengalaman dan hubungan antarmanusia.
>>> Redmi K90 Ultra Resmi 30 Juni: Snapdragon 8 Elite dan Baterai 8.500mAh
The Grateful Camp 2025 akan digelar di Pantai Jjangttungeo, Sinan, Provinsi Jeolla Selatan, pada 4 hingga 6 September.
Lebih dari 20 musisi lokal akan tampil, termasuk Galaxy Express, Seoul Electric Band, Windy City, Chang Kiha, Tiger Disco, CHS, hathaw9y, dan Radio Revolution.
Bermula dari Hutan, Kini di Tepi Laut
Festival ini pertama kali digelar pada 2020, saat band CHS mengadakan pertunjukan kecil di sebuah perkemahan di hutan Gapyeong, Gyeonggi.
Suasana alam dan penonton yang antusias menjadi fondasi lahirnya The Grateful Camp.
Direktur Eksekutif The Grateful Camp, Kim Se-hoon, menjelaskan bahwa festival ini ingin menciptakan dunia sementara di mana musik, alam, dan manusia bersatu.
"Kami menyiapkan lingkungan dan struktur, tetapi apa yang terjadi di dalamnya diciptakan oleh penonton," ujarnya.
Kim menambahkan bahwa festival ini lebih dari sekadar pertunjukan. "Musik adalah alat, bukan tujuan.
Yang terpenting adalah apa yang terjadi di antara orang-orang."
Perjalanan, Bukan Sekadar Festival
Kim menyebut The Grateful Camp sebagai "perjalanan" selama tiga hari dua malam. Artis, staf, dan penonton tinggal bersama dan membentuk komunitas.
"Kami berharap orang datang tidak hanya untuk menonton, tetapi untuk mengalami hubungan dan sensasi baru di alam."
>>> Xiaomi Smart Storage Resmi Hadir, NAS Pertama Xiaomi Mulai Rp5 Juta
Pemindahan lokasi dari hutan ke laut dianggap sebagai proses pertumbuhan alami. "Laut seperti alun-alun kota, tempat segalanya berkumpul dan berpisah, tempat kesendirian dan koneksi ada bersama," kata Kim.
