Micron Technology memperkirakan laba dan pendapatan kuartal keempat di atas ekspektasi pasar pada Rabu (25/6).
Perusahaan juga mengungkapkan komitmen pelanggan senilai $22 miliar untuk mengamankan pasokan chip memori di masa depan.
>>> Rubio Tegaskan Tidak Akan Ada Tarif Lintas Selat Hormuz
Proyeksi tersebut, bersama dengan hasil kuartal ketiga yang melampaui perkiraan analis, mendorong saham Micron melonjak 12% dalam perdagangan setelah jam bursa.
Permintaan AI Dorong Ketatnya Pasokan
Kekurangan chip akibat permintaan AI memaksa pelanggan pusat data skala besar dan pembeli chip lainnya untuk mendanai kapasitas produksi.
Langkah ini mengubah pasar memori secara fundamental.
Micron merupakan satu-satunya produsen chip memori berkinerja tinggi asal AS yang digunakan bersama prosesor AI Nvidia. Permintaan untuk chip HBM (high-bandwidth memory) jauh melampaui kapasitas produksi perusahaan.
CEO Micron Sanjay Mehrotra menyatakan bahwa kondisi ketat diperkirakan akan berlangsung hingga melampaui 2027. Hal ini didorong oleh permintaan AI di semua segmen dan keterbatasan pasokan struktural.
Komitmen Pelanggan dan Pergeseran Model Bisnis
Micron telah menandatangani 16 perjanjian strategis dengan pelanggan di pasar pusat data, konsumen, dan otomotif.
Perjanjian tersebut mencakup komitmen take-or-pay, setoran tunai, dan harga minimum untuk mengamankan pasokan dan melindungi margin.
Nilai komitmen pelanggan mencapai $22 miliar. Sementara itu, kewajiban kinerja yang tersisa dari perjanjian yang telah ditandatangani mencapai sekitar $100 miliar.
Perusahaan juga menguraikan pergeseran model bisnis yang bertujuan membuat permintaan tidak terlalu siklis.
>>> Inggris, Prancis, dan Jerman Kecam Aktivitas China di Timur Taiwan
Kinerja Keuangan dan Belanja Modal
Micron melaporkan pendapatan kuartal ketiga sebesar $41,46 miliar, jauh di atas perkiraan $35,85 miliar.
Laba disesuaikan mencapai $25,11 per saham, dibandingkan estimasi $20,78 per saham.